POJOKSATU.id - Di tengah optimistisme pemerintah soal ekonomi yang disebut tetap tumbuh, realitas di lapangan justru terasa berbeda bagi banyak masyarakat.

Harga kebutuhan pokok terus merangkak naik, sementara mencari pekerjaan makin terasa seperti rebutan kursi terakhir.

Lowongan kerja ramai peminat, tapi yang diterima hanya segelintir.

Sementara di sisi lain, nilai tukar Rupiah yang terus melemah ikut membuat daya beli masyarakat makin tertekan.

Baca Juga: Hasil Polling: Dari 2 Ribu Lebih Responden 80,51 Persen Nilai Ekonomi Buruk dan 78,51 Sebut karena Melemahnya Rupiah

Kondisi itulah yang terekam dalam polling Indo Satu Media Group di media sosial.

Dimana mayoritas responden menilai ekonomi Indonesia sedang tidak baik-baik saja.

Hasil polling ini bukan sekadar angka statistik, tapi keresahan yang dirasakan langsung masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Dan kondisi publik itu disuarakan melalui media sosial.

Hasil polling ini menunjukkan mayoritas responden menilai kondisi ekonomi Indonesia saat ini sedang tidak baik-baik saja.

Baca Juga: Sasar Kapal Perang dan Peluncuran Rudal, AS Serang Pelabuhan Bandar Abbas di Iran Selatan

Dari total 2.652 pemilih pada pertanyaan mengenai kondisi perekonomian nasional, sebanyak 2.135 responden atau 80,51 persen menyatakan ekonomi Indonesia dalam kondisi buruk.

Sementara hanya 513 responden atau 19,34 persen yang menilai kondisi ekonomi masih baik.

Adapun jawaban "lainnya" hanya dipilih sebanyak empat responden atau 0,15 persen.

Polling tersebut menjangkau sebanyak 35.479 akun media sosial.

Dalam polling lainnya, mayoritas responden juga menilai kondisi ekonomi Indonesia dipengaruhi oleh terus melemahnya dolar terhadap Rupiah.

Dari total 2.192 pemilih, sebanyak 1.721 responden atau 78,51 persen menjawab "Iya", sedangkan 470 responden atau 21,44 persen menjawab "tidak".

Hanya satu responden atau 0,05 persen yang memilih opsi lainnya. Polling ini menjangkau 29.311 akun.

Baca Juga: Wani Tenan

Ketika ditanya mengenai tanda kondisi ekonomi Indonesia sedang tidak baik-baik saja, mayoritas responden menilai sulitnya mencari pekerjaan menjadi indikator utama.

Sebanyak 737 responden atau 56,48 persen memilih opsi "kerja susah".

Sedangkan 559 responden atau 42,84 persen menilai kenaikan harga kebutuhan pokok menjadi tanda utama melemahnya ekonomi.

Sebanyak sembilan responden atau 0,69 persen memilih jawaban lainnya.

Polling ini diikuti 1.305 pemilih dengan jangkauan 27.944 akun.

Baca Juga: Wakil Kepala BGN Irjen Purn Sony Sonjaya Bantah Kena OTT Bareskrim Polri

Untuk diketahui, polling Indo Satu Media Group ini digelar selama periode 18 - 23 Mei 2026.

Pertanyaan polling publik disampaikan melalui platform Instagram dan TikTok di delapan media di bawah naungan Indo Satu Media Group.

Antara lain Metropolitan.id, Metro Bogor, Radar Bekasi, Radar Depok, Radar Cianjur, Radar Bandung, Radar Sukabumi, dan Pojoksatu.id.***