POJOKSATU.ID – Inilah tampang Priguna Anugerah Pratama, dokter residen di Rumah Sakit dr Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Jawa Barat.

Seperti diketahui, nama Priguna Anugerah Pratama belum lama ini tengah ramai jadi sorotan publik.

Bukan tanpa sebab, hal ini terjadi usai dirinya diduga telah melakukan rudapaksa terhadap seorang wanita.

Baca Juga: Pemkot Bandung Lepas 2.455 Jemaah Haji, Berangkat Mulai 2 Mei

Di mana, wanita yang jadi korban rudapaksa dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) itu tidak lain merupakan bagian dari keluarga pasien.

Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform X milik @txtdarijasputih pada Rabu (9/4/2025).

Dalam unggahannya, banyak publik menyoroti kasus Priguna yang dituding telah melakukan aksi bejat.

Baca Juga: Tak Jadi Hari ini, Program Makan Bergizi Gratis MBG Wilayah Metro, Lampung Kembali Pada Tanggal 14 April

Terlebih, Priguna merupakan seorang dokter residen yang sedang menjalani PPDS di RSHS Bandung.

“Nggilani. Najis. Dihukum mati sik kalau bisa. Dokter residen anestesi ppds? Berarti spesialis kan? Memperkosa?,” ketik @eliswija.

“Pecat dan blacklist mereka, sekalian keluarin dari PPDS dan cabut SIP nya, biar ga jadi dokter sekalian,” cuit @rezahdy.

Baca Juga: Siapa Lutfi Samaduri? Anggota DPRD Banggai yang Jadi Korban Penganiayaan OTK Ternyata Dosen Unismuh Luwuk

“Hal ini bisa menghancurkan trust pasien ke dokter anestesi di seluruh Indonesia. Pelaku harus dihukum seberat2nya,” lanjut ketikan @tirta_cipeng.

Diketahui, kasus ini mencuat usai sang pemilik akun mengunggah sebuah fenomena yang mengejutkan.

Di mana, fenomena tersebut mengulas tuntas tindak pidana yang dilakukan diduga Priguna dengan keluarga pasiennya.

Baca Juga: Buntut Kasus Intimidasi Anggota DPRD Banggai Suwardi: Korban Dipaksa Keluar dari Dalam Kamar Mandi

Dalam unggahannya, insiden ini bermula ketika Priguna hendak melakukan operasi pada keluarga korban.

Namun, proses operasi itu membutuhkan darah tambahan dari golongan sejenis pasien dokter pelaku rudapaksa tersebut.

Oleh karena itu, korban yang mengetahui hal tersebut sontak menawarkan diri untuk melakukan pendonoran.

Baca Juga: Kronologi Dokter Residen Anestesi PPDS FK Kampus Ternama Diduga Melakukan Pemerkosaan Kepada Penunggu Pasien!

Bukan main, pelaku yang mengetahui bahwa korban hendak melakukan pendonoran ini sontak mengambil kesempatan.

Yang mana, Priguna bergegas menawarkan diri agar proses cross match atau pengecekan darah korban dilakukan melalui dirinya.

Seperti diketahui, sebelum melakukan pendonoran, sang pendonor harus melakukan cross match terlebih dahulu.

Baca Juga: Tak Hanya Lutfi Samaduri, Anggota DPRD Banggai Suwardi Juga Ikut Jadi Korban Intimidasi Diduga Oknum DPR

“Pasiennya pre op (operasi), perlu darah. Nah, sama si pelaku ditawarin ke anak pasien, cross match-nya sama saya saja,” jelas dikutip.

Dalam proses tersebut, korban diminta untuk ikut ke lantai 7 di rumah sakit tempat pelaku bertugas.

Padahal, lantai 7 rumah sakit itu diketahui sama sekali tidak ada aktivitas operasional perawatan medis.

Baca Juga: Panen Raya Serentak, Bukti Nyata Komitmen Kementan Wujudkan Swasembada Pangan

“Dibawa lah pasien ke gedung MCHC lt 7. Which is gedung baru. Lantai 7-nya masih kosong,” terangnya.

Setibanya di lantai 7, korban diketahui disuruh ganti baju terlebih dahulu menggunakan seragam pasien.

Setelah itu, pelaku melakukan aksinya dengan cara memberikan cairan midazolam ke dalam tubuh korban.

Baca Juga: Sosok Lutfi Samaduri, Anggota DPRD Banggai yang Jadi Korban Penganiayaan OTK Gegara Dituduh Politik Uang

Perlu diketahui, midazolam merupakan obat golongan benzodiazepin yang diberikan sebelum operasi, untuk mengatasi rasa cemas hingga tidak sadarkan diri.

Melihat korban sudah tidak sadarkan diri, Priguna disebut melancarkan aksinya hingga berulang kali.

Berdasarkan informasi dihimpun, aksi rudapaksa itu dilakukan pelaku mulai dari pertengahan malam hingga korban sadarkan diri menjelang pagi hari.

Baca Juga: Teka teki Kematian Mahasiswa UKI Belum Terjawab, DPR: Tamparan Bagi Dunia Pendidikan

Lebih lanjut, setelah korban sadarkan diri, dirinya sontak merasa kesakitan di daerah bagian vital usai dibius oleh pelaku.

Mengetahui hal ini, korban sontak melakukan visum untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

“Akhirnya, si korban minta visum ke SpOG. Ketahuan lah ada berkas sperma. Terus di MCHC lt 7 itu juag terdapat sperma bercecer2,” jelasnya.

Baca Juga: Profil Sekilas Lutfi Samaduri, Anggota DPRD Banggai yang Jadi Korban Penganiayaan OTK Gegara Dituduh Politik Uang

Berdasarkan informasi beredar, kasus ini tengah ditindaklanjuti oleh aparat kepolisian usai dilaporkan korban. ***