POJOKSATU.ID – Kasus penganiayaan yang dilakukan anak bos toko roti di Jakarta Timur (Jaktim) George Sugama Halim kian memanas.

Seperti diketahui, George Sugama Halim tengah ramai diperbincangkan lantaran telah melakukan tindak kejahatan.

Yang mana, dirinya disinyalir kuat melakukan penganiayaan terhadap salah seorang pegawai toko roti milik orang tuanya.

Baca Juga: Manajer Istri

Kendati demikian, George Sugama Halim dikabarkan telah ditangkap dan diamankan pihak kepolisian usai bertindak amoral.

Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform X milik Ajudan Presiden Prabowo Subianto, Ahrie Sonta @ahiresonta.

Dalam unggahannya, George dikonfirmasi telah ditangkap aparat kepolisian di kediamannya kawasan Jaktim.

Baca Juga: 5 Potret George Sugama Halim, Anak Bos Toko Roti di Jaktim Ngaku Kebal Hukum Usai Aniaya Pegawai Hingga Babak Belur

“Alhamdulilah sudah ditangkap oleh tim jatanras ditreskrimum dan Satreskrim Polrestro Jaktim,” cuit Ahrie.

Usut punya usut, kasus yang telah menganiaya korban hingga babak belur ini ternyata sempat dilaporkan pada hari kejadian.

Diketahui, tindak kejahatan anak bos toko roti ini berlangsung pada Kamis (17/10/2024) silam.

Baca Juga: Ferry Alexa Resmi Kuasai 30% Saham JTrip

Yang mana, pada hari kejadian berlangsung korban ternyata bergegas melaporkan tindakan George ke pihak kepolisian.

Namun, pelaku baru ditangkap setelah kasus ini beredar luas di medai sosial yang memperlihatkan kebengisan George.

Seperti diketahui, kasus ini beredar di media sosial lantaran aksi penganiayaan George terekam jelas dalam sebuah video.

Baca Juga: Penilaian Piloting 3 TUNTAS, BOCORAN 4 Ciri-ciri LULUS UKPPPG, Penguji Bilang Piloting 3 JAUH LEBIH BERKUALITAS Semoga Lulus 100 Persen

Yang mana, dirinya tega menganiaya pegawai toko roti tersebut menggunakan sebuah kursi besar hingga korban mengalami luka.

Berdasarkan informasi beredar, korban yang bekerja sebagai kasir pada saat itu tidak mengindahkan permintaan George.

Dimana, anak bos toko roti tersebut meminta korban untuk mengantarkan sebuah makan yang dipesan melalui online ke kamar pribadinya.

Baca Juga: SURAT CINTA RESMI dari DITJEN GTK untuk Guru Honorer Bisa Daftar PPPK 2024 Periode II, yang Negeri Alhamdulilah tapi yang Swasta Wasalam

Mengetahui hal itu, korban sontak menolak permintaan George lantaran takut terjadi peristiwa yang tidak diinginkan.

Sebab, korban sebelumnya sempat mendapat perlakuan tidak mengenakkan berupa makian dari anak bosnya.

Terlebih, dirinya menyebutkan bahwa permintaan George itu bukan menjadi kewajibannya sebagai pegawai di toko roti.

Baca Juga: Anies Baswedan Belum Dilibatkan di Tim Transisi Pramono Anung, Bakal Diisi Orang Tertentu Saja

Hal ini dikonfirmasi langsung oleh diduga korban melalui obrolan online yang telah beredar luas di media sosial.

“Si pelaku tetap minta saya yang nganterin makanannya ke dalam kamar pribadinya, tidak mau yang lain harus saya,” jelas korban yang dikutip dari portal Pojoksatu.id

“Saya tolak, karena saya takut, sakit hati juga pernah dikatain miskin dan babu, dan ini tuh diluar dari pekerjaan saya” lanjutnya.

Baca Juga: Komunitas Poundfit Dorong Warga Kalibata Sehat dan Kompak Lewat Olahraga Yoga

Alhasil, George yang tidak terima dengan penolakan pegwai orang tuanya ini sontak melakukan penganiayaan.

Dalam pengakuan korban, dirinya dilempar menggunakan barang di dalam toko roti oleh anak bosnya.

“Akhirnya karena saya tolak berkali-kali dia marah dan melempar saya pakai patung batu, kursi, meja hingga berkali-kali,” jelas korban. ***