POJOKSATU.ID – Inilah tampang melas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Koperasi (Kadisperindagkop) Halmahera Barat, Maluku Utara.

Seperti diketahui, Demisius Boky selaku Kadisperindagkop telah ditangkap usai melakukan tindak pidana berupa penganiayaan.

Yang mana, dirinya telah menganiaya seorang pendemo bernama Hardi hingga nyaris mengalami luka serius.

Kendati demikian, sosok arogan Demisius Boky kini telah kenakan baju tahanan usai ditangkap aparat kepolisian.

Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform Facebook milik Sinta pada Kamis (9/1/2025).

Dalam unggahannya, terpampang jelas wajah Demisius tengah berada dibalik jeruji besi sambil kenakan baju tahanan.

Diketahui, keberadaannya di penjara kawasan Halmahera Barat ini ternyata tidak hanya seorang diri.

Yang mana, dirinya turut ditemani oleh pelaku penganiayaan lainnya tidak lain merupakan stafnya sendiri.

Tidak heran, tindakan kedua pelaku kejahatan ini berujung pilu lantaran telah menganiaya Hardi hingga babak belur.

Seperti diketahui, kejadian bermula ketika Hardi kala itu tengah melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor Kadisperindgakop pada Rabu (8/1/2025).

Di mana, dirinya menuntut keadilan terkait harga bahan pokok berupa minyak tanah yang harganya sudah terlampau tinggi.

Namun, aksi demonstrasi yang dilakukan oleh Hardi justru berakhir mengenaskan dengan adanya tindak kekerasan.

“Saya datang sendiri untuk aksi di Kantor Perindagkop,karena minyak tanah langka,” ucap Hardi selaku pendemo.

“Jadi ada yang jual dengan harga tinggi, Rp9 ribu sampai Rp10 ribu perliter," lanjut korban penganiayaan Kadisperindagkop.

Diketahui, dalam aksinya ini Hardi berupaya menyuarakan keresahannya terhadap pihak Kadisperindagkop melalui media spanduk.

Di mana, spanduk yang dibawa korban penganiayaan ini ditempel disekitaran lingkungan Kantor Kadisperindagkop.

Alih-alih demikian, upayanya untuk memperjuangan hak warga setempat ini justru direspon negatif oleh Demisius.

Bukan main, Demisius yang mengetahui tindakan Hardi ini sontak melancarkan serangan hingga nyaris membuat korban babak belur.

“Saya sampaikan kalau aksi ini saya sendiri jadi jangan buka spanduk, karena saya disini hanya menyampaikan aspirasi," jelasnya.

"Tapi setelah saya tempel spanduk itu Kadis perintah stafnya copot, saya hadang dan dari situ Kadis dan staf pukul saya,” lanjutnya. ***