POJOKSATU.ID- Hujan lebat yang melanda Provinsi Gorontalo pada akhir pekan menyebabkan bencana tanah longsor yang tragis di Kabupaten Suwawa.

Akibat kejadian ini, 12 orang tewas dan 18 lainnya masih hilang setelah tanah longsor melanda tambang emas ilegal pada Minggu pagi (7/7/2024).

Heriyanto, Kepala Badan Pencarian dan Pertolongan (SAR) Gorontalo, mengonfirmasi bahwa lima orang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.

Namun, upaya pencarian terus dilakukan terhadap 18 orang yang hilang.

Baca Juga: Dua Eksekutor Pembakaran Rumah Wartawan Dibayar Rp 2 Juta, Botol Sisa Solar Ditemukan 30 Meter dari TKP

“Kami mengerahkan 164 personel yang terdiri dari tim SAR nasional, polisi, dan TNI untuk mencari orang yang hilang,” kata Heriyanto seperti dikutip.

Tantangan besar dihadapi tim SAR, yang harus menempuh perjalanan sekitar 20 km untuk mencapai lokasi longsor.

“Kami terhambat lumpur tebal di jalan dan hujan yang terus turun,” imbuh Heriyanto. “Kami akan mencoba menggunakan ekskavator jika memungkinkan.”

Baca Juga: Kasus Vina Cirebon Belum Selesai Meski Pegi Setiawan Bebas, Reze Indragiri : Ingat! Keterangan Aep Janggal

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa tanah longsor juga merusak beberapa rumah dan satu jembatan.

BNPB mengeluarkan peringatan bahwa hujan masih diperkirakan akan turun di beberapa wilayah di Provinsi Gorontalo pada Senin dan Selasa.

Masyarakat diimbau agar tetap waspada terhadap kemungkinan bencana lebih lanjut.