POJOKSATU.id, JAKARTA - Tak Puas Kerja Kepolisian, Pengacara Driver Online Ditembak Densus 88 Sentil Mahfud MD

Pengacara keluarga driver online yang ditembak anggota Densus 88 Antiteror di Depok, Jundri R Berutu tidak puas dengan proses hukum terhadap tersangka Bripda HS.

BACA: Anggota Densus 88 Pembunuh Sopir Grabcar di Depok Tak Kunjung Dipecat, Kok Giliran Kasus Anak Pejabat Polisi Gercep

Kali ini, Jundri R Berutu menyalahkan Menkopolhukam Mahfud MD yang dinilai tidak sigap memproses pengaduan keluarga korban.

"Bapak Mahfud MD selaku Menkopolhukam, atas surat pengaduan keluarga Sony tertanggal 20 Februari 2023 yang hingga saat ini tidak ada respon apapun," kata Jundri kepada pojoksatu.id, Senin (13/3/2023).

Jundri kemudian membandingkan kasus kliennya yang sudah meninggal dengan kasus lainnya.

Seperti kasus Ferdy Sambo dan kasus Mario Dandy.

Dalam kasus tersebut, kata dia, Mahfud MD begitu cepat memberikan respon sehingga penanganannya begitu cepat ditangani.

BACA: Keluarga Korban Sopir Grabcar yang Dibunuh Anggota Densus 88 Ungkap Kejanggalan Hasil Rekontruksi, Ini Fakta yang Sebenarnya

"Berbeda dengan kasus-kasus lain begitu cepat respon dari Pak Menkopolhukam," tuturnya.

Seperti diketahui, Polda Metro Jaya telah menetapkan oknum anggota Densus 99 Bripda HS sebagai tersangka pembunuhan driver online Sony Rizal Taihitu di Cimanggis, Depok, Jawa Barat.

Atas perbuatannya, Bripda HS dijeat Pasal 338 KUHP atas tindakan dugaan pembunuhan dengan diancam pidana penjara paling lama 15 tahun penjara.

BACA: Polda Metro Kebut Perkara Anggota Densus 88 Bripda HS, Hasil Rekon Masih Dicocokkan dengan Alat Bukti  

Kabag Banops Densus Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar menyatakan pihaknya tengah memproses pemecatan Bripda HS.

"Tersangka HS sedang dalam proses pemberhentian tidak dengan hormat atas pelanggaran disiplin dan kode etik yang dilakukannya," jelas Aswin Siregar, Kamis (9/2/2023). (Firdausi/pojoksatu)