POJOKSATU.ID - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk membenahi persoalan sampah dari level paling bawah.
Ia mendorong agar pengelolaan sampah dilakukan secara mandiri di tingkat kelurahan sehingga tidak lagi sepenuhnya bergantung pada tempat pembuangan akhir (TPA).
Dalam sambutannya pada acara Indonesia Economic Outlook 2026, Jumat (14/2/2026), Prabowo menekankan pentingnya perbaikan menyeluruh di berbagai sektor, termasuk kebersihan lingkungan.
Baca Juga: Obama Tanggapi Unggahan Rasis Presiden Donald Trump, Singgung Hilangnya Rasa Malu dari Jabatan
Menurutnya, persoalan sampah tidak boleh lagi dianggap sepele karena menyangkut kualitas hidup masyarakat.
Prabowo menilai pengelolaan sampah skala mikro di tingkat kelurahan dapat menjadi solusi efektif untuk mengurangi beban TPA yang selama ini kerap mengalami kelebihan kapasitas.
Dengan sistem mandiri, sampah diharapkan dapat dipilah, diolah, dan dimanfaatkan kembali sebelum harus dibuang ke lokasi akhir.
Baca Juga: Bukan Ekonominya yang Lemah, DPR Sindir Soal Tata Kelola Pemerintah yang Perlu Dibenahi
“Saya minta dalam waktu sesingkat-singkatnya kita akan buktikan. Saya minta kebersihan sampah,” ujar Prabowo, dikutip pojokatu.id dari instagram @bisniscom.
Ia menyebut Indonesia harus berani melakukan pembenahan di semua bidang, mulai dari desa, kecamatan, kota, kabupaten, hingga ibu kota provinsi dan ibu kota negara.
Menurutnya, kebersihan merupakan cerminan tata kelola yang baik dan kedisiplinan masyarakat.
Konsep pengelolaan sampah berbasis kelurahan dinilai mampu menciptakan sistem yang lebih efisien.
Selain memangkas biaya transportasi ke TPA, model ini juga membuka peluang ekonomi melalui pengolahan sampah menjadi barang bernilai tambah.
Sejumlah daerah di Indonesia sebelumnya telah menerapkan pengolahan sampah berbasis komunitas, seperti bank sampah dan rumah kompos.
Jika kebijakan ini diperluas secara nasional, bukan hanya masalah lingkungan yang bisa teratasi, tetapi juga potensi penciptaan lapangan kerja baru di sektor pengelolaan limbah.
Prabowo berharap langkah konkret segera dilakukan agar hasilnya bisa dirasakan dalam waktu dekat.
Ia menegaskan bahwa pembenahan kebersihan harus menjadi gerakan bersama, bukan hanya tanggung jawab pemerintah pusat.
Kebijakan ini pun dipandang sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Dengan pengelolaan di tingkat kelurahan, diharapkan volume sampah yang masuk ke TPA bisa ditekan secara signifikan.
Langkah tegas ini menjadi sinyal bahwa pemerintah ingin melihat perubahan nyata dalam tata kelola lingkungan.
Jika berhasil, sistem pengelolaan sampah mandiri di kelurahan bisa menjadi model baru yang lebih modern dan berkelanjutan bagi Indonesia.***




