POJOKSUMUT.com, ASAHAN-Menjamurnya lokasi tempat judi game zone dengan berkedok adu ketangkasan membuat kondisi di Kabupaten Asahan saat ini memprihatinkan.
Pasalnya, permainan judi itu diduga berlindung dibalik izin yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan sehingga tidak tersentuh hukum.
Amatan awak media game zone yang menjamur bebas buka setiap harinya yaitu di wilayah Kecamatan Simpang Empat tepatnya di Ruko Perumahan Griya dan di depan ruko tersebut tepat di pinggir jalan lintas perbatasan Tanjungbalai dengan Asahan juga ada di Simpang Empat Pajak Simpang Empat.
Hal ini mendapat kritikan tegas dari Mahasiswa BEM Fakultas Hukum Univa Medan Saufi Simangunsong.
“Judi game zone di Asahan merajalela bahkan berkembang pesat di kecamatan hingga Desa, membuat kita prihatin dengan kondisi Asahan saat ini,” kata Saufi Simangunsong, Kamis (5/1/2023).
Saufi mengatakan judi merupakan perbuatan yang bertentangan norma hukum, agama dan sosial. Pihaknya meminta kepada Pemkab Asahan, khususnya Bupati agar memerintahkan Dinas terkait untuk mencabut izin yang sudah dikeluarkan.
"Pemkab Asahan memiliki visi-misi di antaranya Asahan religius, namun perjudian yang berkedok permainan ketangkasan legal ini dapat merusak moral generasi bangsa dan akan berujung pada tingginya tindakan kriminal," sebutnya.
Dia berharap game zone berkedok judi ini bisa diberantas. “Kita mendesak pada Kapolda Sumatera Utara Irjen Panca Putra Simanjuntak untuk menutup semua tempat perjudian yang ketangkasan seperti Game Zone yang sudah merajalela di Kecamatan dan desa di Asahan," harap Saufi.
"Terkhusus di Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Asahan ini menjamur, Jika Kapolsek Simpang Empat tidak dapat menutup, se akan-akan menjadi tanda tanya bagi kami? Copot Kapolsek Simpang Empat beserta Kanit Reskrim," tegasnya.
Sementara itu, Kapolsek Simpang Empat AKP Cahyandi mengaku pihaknya tidak mampu untuk menindak dikarenakan di belakang nya ada 'oknum'.
"Adik-adik tahu sendiri la, kami datangi mau menutup paling tiga hari tutup, selanjutnya dibuka kembali. Sudah paham sendirinya adik-adik siapa di belakangnya, jadi kami enggak bisa berbuat apa-apa," kata Kapolsek.
"Kami juga menjagakan perselisihan, ya adik-adik kan enggak perlu kami bilang pun sudah tau sendiri. Untuk saat ini kami lebih mengutamakan keamanan Kamtibmas di wilayah hukum Polsek Simpang Empat," ujar Kapolsek Simpang Empat ini. (cr-1/pojoksumut)



