POJOKSATU.ID - Pemerintah pusat terus memperkuat sektor pertanian nasional. Terbaru, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengumumkan tambahan program Cetak Sawah Rakyat seluas 10 ribu hektare di Provinsi Sulawesi Tenggara.

Pengumuman tersebut disampaikan Amran saat menghadiri Pertemuan Saudagar Bugis-Makassar XXVI di Makassar, Sabtu (28/3).

Ia menegaskan langkah ini merupakan bagian dari strategi besar pemerintah dalam mendorong swasembada pangan nasional.

Baca Juga: TPG Terlambat Hingga Maret Masih Terjadi, Ini Cara Guru Mengantisipasi dan Mengawal Hak Secara Legal Tanpa Salah Langkah

“Provinsi Sultra tambah cetak sawah lagi 10 ribu hektare demi mendorong swasembada selanjutnya,” ujar Amran.

Dengan tambahan tersebut, total luas program cetak sawah di Sultra kini mencapai 24.050 hektare, meningkat signifikan dari sebelumnya 14.050 hektare.

Kenaikan ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan, sekaligus meningkatkan produksi beras di wilayah tersebut.

Baca Juga: Apakah Pensiunan Masih Harus Lapor SPT Tahunan? Ini Penjelasan Lengkap dan Syaratnya

Tak hanya berdampak pada produksi pangan, program ini juga diyakini mampu membuka lapangan kerja baru serta menggerakkan ekonomi lokal berbasis pertanian.

Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, menyambut positif kebijakan tersebut.

Ia menegaskan komitmennya untuk membangun daerah dengan pendekatan kepemimpinan yang berintegritas dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Baca Juga: Setelah 4 Pekan Tertahan, Iran Izinkan Dua Kapal Pertamina Keluar dari Selat Hormuz dengan Syarat Khusus

“Jangan bertanya apa yang negara berikan, tapi apa yang bisa kita berikan untuk negara. Saya pegang prinsip, ikan busuk mulai dari kepala. Pemimpin harus jadi contoh,” tegasnya.

Menurutnya, prinsip tersebut bukan sekadar slogan, melainkan lahir dari pengalaman hidup sejak kecil di Pulau Wawonii yang membentuk karakter kepemimpinannya.

Ia juga menekankan bahwa sektor pangan akan menjadi fokus utama pembangunan daerah.

Sultra akan mengembangkan konsep agromaritim, yakni integrasi antara potensi pertanian dan kelautan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

Dengan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, program cetak sawah ini diharapkan menjadi fondasi kuat menuju kemandirian pangan, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi di tengah tantangan global.***