POJOKSATU.ID – Belum lama ini kasus pembunuhan jurnalis wanita, Juwita (23) kian menarik diperbincangkan publik.
Seperti diketahui, kasus pembunuhan yang dilakukan oknum TNI Angkatan Laut (AL) itu menimbulkan tanda tanya besar.
Yang mana, pelaku bernama Jumran (23) tidak lakukan adegan rudapaksa saat rekonstruksi pembunuhan digelar.
Baca Juga: Oknum TNI AL Bunuh Jurnalis Wanita di Kalsel dengan Matang, Pihak Keluarga Minta Pelaku Dihukum Mati
Oleh karena itu, pihak keluarga yang mengetahui hal ini minta agar temuan sperma yang diduga milik oknum TNI AL pada rahim korban dilakukan tes DNA.
Sebagaimana yang dikutip Pojoksatu.id dari portal media Antaranews.com pada Minggu (6/4/2025).
Dalam artikelnya, permintaan itu disampaikan pihak keluarga lantaran pelaku tidak melakukan adegan rudapaksa.
Baca Juga: Teaser Terbaru Webtoon '7Fates Chakho' Dirilis, Fans Jimin BTS Kecewa Karakter Haru Dihapus
Padahal, cairan berupa sperma ditemukan pada rahim korban saat diotopsi yang diduga milik oknum TNI AL.
Hal ini diungkapkan langsung oleh kuasa hukum keluarga korban, Dedi Sugiyanto terkait perkembangan kasus tersebut.
Dedi menuturkan bahwa para penyidik harus mengambil langkah tegas guna mengungkapkan kebenaran kasus yang telah merugikan Juwita.
“Meskipun kewenangan penyidik melakukan tes atau tidak, kami mendorong agar kita semua tahu apakah hanya tersangka Jumran pelakunya,” jelasnya.
“Ini jelas ada indikasi kekerasan seksual yang dialami korban sebelum jasadnya ditemukan,” lanjut kuasa hukum keluarga korban.
Seperti diketahui, kasus ini mencuat usai Juwita ditemukan dalam keadaan tidak berdaya pada Sabtu (22/3/2025).
Baca Juga: Usai Bunuh Jurnalis Wanita Juwita di Banjarbaru Kalsel, Oknum TNI AL Hancurkan Hp Milik Korban
Yang mana, korban ditemukan oleh warga setempat di kawasan Gunung Kupang, Cempaka, Banjarbaru, Kalimantan Selatan sekitar pukul 15.00 WITA.
Namun, keberadaan Juwita yang ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa lagi ini sempat diklaim sebagai korban kecelakaan tunggal.
Padahal, warga yang pertama kali menemukan jasad jurnalis wanita itu mengaku bahwa meninggalnya Juwita bukan karena kecelakaan.
Sebab, tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan bahwa Juwita merupakan korban kecelakaan tunggal.
Oleh karena itu, kasus ini sontak ditindaklanjuti oleh pihak berwenang guna mengetahui pasti tewasnya jurnalis wanita tersebut.
Bukan main, Juwita yang sebelumnya sempat diklaim mengalami kecelakaan tunggal ini ternyata korban pembunuhan.
Baca Juga: Buntut Kasus Pembunuhan Jurnalis Wanita Juwita di Kalsel: Oknum TNI AL Peragakan 33 Adegan
Yang mana, hal ini diketahui usai aparat kepolisian melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). ***



