POJOKSATU.id, JAKARTA-- Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Kolaka resmi melaporkan kader partainya yang juga anggota DPR RI dari daerah pemilihan (Dapil) Sulawesi Tenggara (Sultra), Ahmad Safei, ke DPP PDI Perjuangan.

Pelaporan ini dilakukan atas dugaan ketidakpatuhan Ahmad Safei terhadap keputusan partai serta menindaklanjuti aksi demontrasi dari simpatisan PDI-Perjuangan Kolaka, Rabu (18/12/2024).

Ahmad Safei ditengarai tidak mendukung pasangan calon bupati dan wakil bupati Kolaka, Muhammad Jayadin dan Deni Germanto dengan akronim (JADI) yang diusung secara resmi oleh DPC PDIP Kabupaten Kolaka pada Pilkada lalu.

Ketua DPC PDIP Kolaka, Suasana Mangudu, menyatakan di partai ada aturan dan mekanisme sesuai instruksi Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri bahwa akan memberi sanksi kepada kader yang tidak tegak lurus pada garis politik partai saat menerima massa para demonstran pada 2 Desember 2024 lalu di kantor DPC PDI-Perjunagn Kolaka.

Baca Juga: Singapura Membara, Singkirkan Harimau Malaya di Piala AFF 2024, 16 Tembakan Hajar Gawang Singapura, Tuan Rumah Malaysia Tetap Mandul

"Sesuai instruksi Megawati bahwa yang tidak tegak lurus akan diberi sanksi," kata Suasana, kepada wartawan, Sabtu (21/12/2024).

Selanjutnya, Murhanuddim mengatakan dalam menyikap aspirasi dari masyarakat dan simpatitan PDI-P tersebut pada tanggal 5 Desember 2024, DPC PDI-P membuat laporan atas dugaan penghianatan kader PDI-P dalam Kontestasi Pilkada 27 November lalu, dengan melampirkan bukti-bukti yang ada.

“Berdasarkan hasil temuan ini kemungkinan besar terdapat ketidaksesuaian antara sikap politik Ahmad Safei dan Agil Siraj Ahmad serta dua orang Staf Ahli Ahmad Safei di DPR RI dengan kebijakan partai yang seharusnya mendukung pasangan JADI," ucapnya.

Berdasarkan hasil analisis perolehan suara pada Pilkada lalu ditemukan korelasi yang sangat kuat antara suara Ahmad Safei dengan calon bupati dan wakil bupati lain (BERAMAL) sehingga diduga suara Ahmad Safei lebih cenderung menguntungkan pasangan BERAMAL dibandingkan pasangan JADI yang diusung oleh PDIP.

Baca Juga: Sritex Akhir

Temuan lain berupa bukti- bukti dukungan dan komunikasi politik yang terjalin antara Ahmad Safei (anggota DPR RI) dan Anaknya Agil Siraj Ahmad (Anggota DPRD Kolaka) bersama tim BERAMAL.

“Terlihat dari foto pertemuan yang mengindikasikan adanya dukungan yang mengarah pada penguatan posisi BERAMAL di pilkada Kolaka, bukti lain juga berupa dukungan dua staf ahli Ahmad Safei di DPR RI yang juga merupakan kader PDIP, sedang memberikan keterangan bersama konsultan pemenangan pasangan BERAMAL dalam pelaksanaan real count setelah proses pemungutan suara," jelasnya.

“Sebagai kader partai, semestinya mereka mendukung penuh pasangan yang telah diputuskan oleh partai. Namun, fakta di lapangan menunjukkan adanya indikasi dukungan terhadap pasangan lain,” ungkapnya.

Untuk diketahui, sebelumnya Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP mengumumkan daftar 27 kader mereka yang dipecat selama periode Pilpres dan Pilkada serentak 2024.

Nama-nama itu dipecat dengan alasan beragam. Namun, mereka umumnya dipecat karena tak mendukung calon yang telah diusung partai, atau maju dari partai lain.

Daftar nama itu diumumkan bersama pengumuman pemecatan terhadap Jokowi, Gibran Rakabuming, dan Bobby Nasution.***