POJOKSATU.ID – Belum lama ini kasus Pandu Brata Syahputra Siregar (18) kian ramai disorot publik.
Pasalnya, Pandu Brata Syahputra Siregar yang berstatus sebagai siswa SMA di Asahan, Sumatera Utara ini dinyatakan telah meninggal dunia.
Berdasarkan informasi beredar, pemicu tewasnya pelajar tersebut diduga dianiaya oleh oknum polisi.
Tidak hanya, Pandu Brata Syahputra Siregar yang telah berpulang ini juga disebut positif konsumsi narkoba.
Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform Instagram milik @cerita_asahan pada Jumat (14/3/2025).
Dalam unggahannya, Pandu dikonfirmasi terbukti mengonsumsi barang haram sebelum dinyatakan tewas.
Hal ini disampaikan langsung oleh Kasi Humas Polres Asahan, IPTU Anwar Sanusi terkait kasus tersebut.
Anwar menuturkan bahwa Pandu dikonfirmasi positif narkoba usai dites urine saat berada di Polsek Simpang Empat.
Seperti diketahui, Pandu berakhir di Polsek Simpang Emat lantaran ditangkap usai tonton balap lari di kawasan Asahan.
Baca Juga: Sosok Pandu Brata Syahputra Siregar, Siswa SMA di Asahan Meninggal Usai Diduga Dianiaya Oknum Polisi
“Saat diamankan, Kanit Reskrim Polsek Simpang Empat curiga gerak-gerik yang bersangkutan, dan melakukan tes urine, dan ternyata positif,” ucapnya.
Kendati demikian, pernyataan ini justru dibantah oleh salah satu keluarga korban yang enggan disebut namanya.
Yang mana, pihak keluarga Pandu menuturkan dengan jelas bahwa korban sama sekali tidak terlibat dalam barang haram tersebut.
“Fitnah, itu tidak benar. Karena saya setiap hari dengan korban. Saya tau persis kehidupan dia (korban). Jangankan sabu, rokokpun tidak,” ucapnya.
Tidak hanya itu, pihak keluarga juga menambahkan bahwa korban tidak mungkin menyentuh narkoba tersebut.
Sebab, Pandu diketahui memiliki cita-cita sebagai prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang sangat menjunjung tinggi moralitas.
Terlebih, korban juga diketahui merupakan atlet lari yang kerap membawa nama baik keluargannya.
“Dia ini mau masuk TNI. Dia juga bukan anak yang nakal, saya tau dia juga pelari, dia berprestasi,” tuturnya.
“Terbukti, setiap dia ikuti lomba, dia selalu juara. Dimana dia narkobanya,” lanjut keluarga korban. ***



