POJOKSATU.ID – Belakangan ini kasus Resmareta (23) mahasiswi Universitas Bengkulu kian ramai disorot.
Bagaimana tidak, hal ini terjadi usai Resmareta ditemukan tewas mengenaskan saat berada di dalam rumah.
Usut punya usut, pelaku yang masih belum diketahui identitasnya ini ternyata tidak hanya menganiaya korban.
Melainkan, dirinya juga mengambil laptop milik mahasiswi Universitas Bengkulu tersebut usai melancarkan serangan.
Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform Facebook milik Yuni Fiteriyani pada Sabtu (14/6/2025).
Dalam unggahannya, laptop korban dikonfirmasi hilang usai pihak kepolisian melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Baca Juga: Terbaru Kerusakan Parah Banyak Terlihat di Tel Aviv, Iran Rudal Pangkalan Udara Israel di Nevatim
“Laptop yang digunakan korban saat mengobrol dengan saksi melalui aplikasi Discord menghilang dilokasi kejadian,” jelas dikutip.
Hal ini juga turut ditanggapi langsung oleh Kasi Humas Polres Rejang Lebong, AKP Sinar Simanjuntak.
Sinar menuturkan bahwa pihaknya masih mendalami motif pelaku melakukan tindak pidana terhadap korban.
Sebab, barang pribadi milik korban seharusnya tidak hilang apabila motif pelaku murni hanya melakukan pembunuhan.
“Kita belum bisa pastikan apakah ini perampokan atau murni pembunuhan, masih di selidiki,” jelasnya.
Lebih lanjut, Eli (48) selaku orang tua korban juga turut menanggapi kematian putri kesayangannya.
Baca Juga: Sosok Resmareta, Mahasiswi Universitas Bengkulu Ditemukan Tewas di Dalam Rumah Sempat Minta Tolong
Eli menuturkan bahwa pelaku yang menyebabkan anaknya tewas ini tidak pantas disebut sebagai manusia.
“Anak saya (Resmareta) diperlakukan seperti itu, bukan manusia ini pelakunya. Sudah binatang!,” teriaknya di rumah duka.
Tidak hanya Eli selaku ibu korban, Munggil (52) ayah dari Resmareta juga menanggapi kasus tersebut.
Baca Juga: Begini Cara Tepat Mengecek Tanggal Terbit SP2D TPG di Info GTK untuk Pencairan Tunjangan Guru
Munggil menuturkan bahwa dirinya menuntut keras agar pelaku dikenakan hukuman setimpal atas perbuatannya.
Tidak segan-segan, ayah kandung Resmareta ini juga mengungkapkan hukuman yang diinginkannya kepada pelaku.
Yang mana, dirinya meminta pelaku bengis tersebut agar pihak aparat penegak hukum memberlakukan hukuman mati. ***



