POJOKSATU.id - Kabar soal pasokan minyak mentah dan LPG dari Rusia ke Indonesia langsung menyita perhatian.

Publik pun mulai bertanya-tanya, apakah ini akan berdampak pada ketersediaan gas di tingkat rumah tangga.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan kerja sama ini membawa hasil positif bagi Indonesia, terutama dalam memperkuat cadangan energi nasional.

Baca Juga: DPR Buka Suara Soal Isu Akses Udara untuk Militer AS, Tegaskan Semua Kerja Sama Harus Hormati Kedaulatan

“Alhamdulillah apa yang sudah menjadi kesepakatan itu, kita mendapatkan hasil yang cukup baik di mana kita bisa mendapatkan cadangan crude kita untuk kita nambah. Di samping itu juga kita akan bisa mendapatkan LPG,” kata Bahlil seusai pertemuan.

Pasokan LPG menjadi sorotan utama, mengingat kebutuhan masyarakat yang terus meningkat setiap tahun.

Dengan tambahan suplai dari Rusia, pemerintah berharap distribusi energi bisa lebih stabil dan tidak lagi terganggu oleh gejolak global.

Baca Juga: Agensi Umumkan DKZ Resmi Bubar, Hentikan Aktivitas Grup Mulai Mei 2026

“Kita ingin semua ini betul-betul memberi kepastian bagi ketahanan energi nasional,” tegasnya.

Tak hanya soal impor, kerja sama ini juga membuka peluang lebih luas, termasuk penguatan sistem penyimpanan energi hingga potensi kerja sama jangka panjang di sektor strategis.

Bahlil menegaskan langkah ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden Prabowo untuk memastikan kebutuhan energi nasional benar-benar aman.

Baca Juga: Cuaca Ekstrem Picu Banjir dan Pohon Tumbang, Tiga Sekolah di Kota Bandung Terapkan PJJ

“Sekali lagi saya merasa senang hari ini karena atas arahan Bapak Presiden Prabowo untuk menindaklanjuti secara tuntas."tegasnya

"Dan alhamdulillah sekali lagi saya katakan bahwa insyaallah bisa kita mendapatkan yang baik,” jelas Bahlil.

Jika terealisasi optimal, kerja sama ini bisa menjadi kunci penting dalam menjaga stabilitas pasokan LPG yang selama ini menjadi kebutuhan utama masyarakat.***