POJOKSATU.id, JAKARTA—Tidak ada lagi dalang di atas empat otak pelaku penculikan dan pembunuhan Kacab BRI Cempaka Putih Mohamad Ilham Pradipta.
Inisiatif penculikan Kacab BRI ini berawal dari Ken alias Candy yang disetujui Dwi Hartono. Ken merupakan tersangka yang ditangkap di PIK Jakarta Utara.
Rencana penculikan sudah dibahas sejak 31 Juli 2025, Ken bersama tersangka Dwi Hartono (DH) dan Antonius (AAM) melakukan pertemuan dikarenakan Ken memiliki info terkait data rekening dormant yang ada di Bank BRI.
Kemudian pada 12 Agustus, Ken bersama dengan Dwi Hartono berkomunikasi melalui WhatsApp, dan di dalam komunikasi tersebut mereka memutuskan untuk memilih opsi 1.
Baca Juga: Dua Anggota Kopassus Satuan Elit TNI AD Terlibat Pembunuhan Kacab BRI Cempaka Putih, Ini Namanya
Opsi pertama melakukan pemaksaan dengan kekerasan dan ancaman kekerasan. Dan setelah itu korban akan dilepaskan.
Sementara opsi 2, setelah penculikan atau pemaksaan, maka korban dihilangkan atau dibunuh. Namun faktanya di lapangan, korban tewas.
"Kemudian C alias K menyampaikan, karena upaya-upaya sebelumnya untuk mendekati kepala cabang tidak pernah berhasil, pekerjaan pergeseran dana tersebut akan berhasil apabila dilakukan dengan dua opsi atau dua metode," ujar Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Wira Satya Triputra, Selasa (16/9).
Sementara Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Abdul Rahim mengatakan aksi para pelaku tersebut bermula saat tersangka Ken hendak memindahkan uang dari rekening dormant ke rekening penampungan.
Namun hal itu harus atas persetujuan kepala cabang. Mereka pun memilih secara acak kepala cabang bank yang mau diajak bekerja sama.
Baca Juga: Ken Otak Pelaku Pembunuhan Kacab BRI Cempaka Putih Masih Bungkam, Tutupi Pelaku Inisial S
Namun ternyata sebulan mereka bergerilya, tak membuahkan hasil, tak ada kepala cabang bank yang mau diajak kerjasama.
Lantas kenapa Kacab BRI Cempaka Putih yang menjadi target, ternyata dari keterangan polisi para tersangka ini melakukannya secara acak.
Mereka sepakat melakukan penculikan terhadap kacab bank berdasarkan kartu nama yang ada di tangan mereka.
"Sehingga pada saat si DH menyetujui melakukan tindakan opsi satu yaitu melakukan penculikan terhadap korban kacab, si K memberikan ini ada kartu nama dari salah satu kacab. Atas hal tersebut, kartu nama tersebut diserahkan dikirimkan kepada DH," ujarnya.
"Bahwa korban ini adalah acak, yang mana acaknya berawal dari tim K ini sebar mencari kacab yang bisa didekati. Namun, tidak bisa didekati, tapi sudah dapat datanya. Atas data tersebutlah yang diberikan kepada DH," tegasnya.
Dalam kasus ini, sudah 15 orang ditetapkan tersangka pembunuhan Kacab BRI Cempaka Putih dari kalangan sipil. Sementara dari kalangan TNI ada dua tersangka.
1.Otak Pelaku
Nama empat otak pelaku yang sudah jadi tersangka yaitu Candy alias Ken, Dwi Hartono, Johanes Joko, serta Antonius.
2.Pelaku Penganiayaan atau Eksekutor
Tim pelaku penganiayaan ada empat orang antara lain N, M, T dan U. Dimana M menganiaya korban, pelaku T yang menyebabkan kematian korban, pelaku U dan N membantu membuang jenazah korban ke Bekasi.
3.Tim Pemantau
Tim pemantau atau surveiling terdiri atas 3 orang yaitu Rohmat Sukur, Eka, dan Wiranto.
4. Tim Penculik
Sementara tim penculikan terdiri 5 orang yaitu Erasmus Wawo sebagai kapten penculikan, Emanuel Woda Berto, Johanes Ronald Sebenan, Andre Tomatala, serta Reviando.***




