POJOKSATU.id, MEDAN - Jelang Hari Raya Idul Adha 1444 Hijriah atau 2023, omset penjualan hewan kurban di Kota Medan mengalami peningkatan dari tahun lalu. Salah satunya adalah Usaha Hewan Kurban Berkah di Jalan Avros, Kampung Baru, Kota Medan.
Menurut Samin, seorang pedagang hewan kurban tersebut mengatakan bahwa permintaan masyarakat yang hendak berkurban sangat tinggi tahun ini.
"Lebih 20 ekor sapi kurban di tempat ini telah terjual, dalam perbandingan dengan tahun sebelumnya, omset Usaha Hewan Kurban Berkah mengalami peningkatan sebesar sepuluh persen," ujar Samin, Senin (26/6/2023).
BACA JUGA: Sebar 150 Ekor Sapi Kurban, Gubernur Edy Rahmayadi Berharap Konsumsi Daging Meningkat di Sumut
Menurutnya, pada tahun sebelumnya, wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) banyak menyerang hewan ternak, sehingga pedagang hewan kurban seperti di tempat ini mengalami penurunan omzet penjualan.
"Tahun Ini kami ada peningkatan sekitar 10 persen dibandingkan dengan tahun lalu yang diwarnai wabah penyakit PMK," ucap Samin.
Harga hewan kurban di tempatnya ini dijual bervariasi, mulai dari Rp12.000.000 untuk sapi berbobot 50 kilogram, hingga puluhan juta rupiah untuk sapi berbobot 100 kilogram.
"Untuk sapi berbobot 50 kilogram, harga terendah adalah Rp12.500.000. Untuk sapi berbobot 60 kilogram, harganya Rp13.000.000, sedangkan sapi berbobot 70 kilogram dijual seharga Rp14.000.000. Sementara sapi berbobot 80 kilogram dijual seharga Rp15.500.000. Untuk sapi berukuran besar dengan bobot 100 hingga 150 kilogram, harganya bisa mencapai puluhan juta rupiah," katanya.
Meskipun mengalami peningkatan, Samin menjamin bahwa harga penjualan hewan kurban di tempatnya tetap stabil seperti harga pasar saat ini. Dia juga memprediksi penjualan hewan kurban akan terus meningkat hingga 3 hari menjelang Hari Raya Idul Adha.
"Kami mengikuti perkembangan harga di pasaran. Saat ini harga masih stabil. Biasanya, menjelang satu minggu sebelum Lebaran, banyak orang yang melakukan pembelian. Kami akan melihat perkiraannya," ujarnya.
Samin pun mengungkapkan bahwa ia menjaga kesehatan seluruh hewan kurban yang dijual dengan melakukan berbagai tes kesehatan, termasuk tes kesehatan kaki dan mulut hewan, serta vaksinasi yang dilakukan oleh pemerintah Kota Medan.
BACA JUGA: Pemko Medan Jalin Sinergitas & Kolaborasi Melalui Sepak Bola
"Kandang juga rutin dibersihkan dua kali sehari. Kalau sapi mengalami penurunan kesehatan, kaki dan para pekerja kandang memberikan obat dan vitamin kepada hewan tersebut," ucapnya.
Seluruh tes kesehatan dan vaksinasi terhadap hewan dagangannya yang dilakukan di Kelambir V Kebun oleh pemerintah.
"Sebelum hewan dibawa ke sini, kebersihan kandang juga kami jaga rutin membersihkannya dua kali sehari. Kalau ada sapi yang sakit, kami memberikan obat cacing dan suntikan vitamin. Kami juga menyediakan makanan langsung untuk sapi di tempat ini," jelasnya.
Di sini Samin menjual jenis sapi Rambon dan Madras. Namun, dia tidak menjual kambing karena pemeliharaannya lebih rumit dibandingkan sapi, terutama dalam hal mengontrol jenis makanan yang diberikan kepada kambing.
"Jenis hewan yang kami jual di sini adalah sapi Rambon dan Madras. Kami tidak menjual kambing karena lebih sulit dalam hal pemeliharaan dan pemilihan makanannya dibandingkan dengan sapi. Sapi dapat makan rumput secara bebas, sedangkan kambing membutuhkan perhatian khusus," tutupnya.(TIK/pojoksatu)
BACA JUGA: Libur Panjang Idul Adha, Polda Metro Jaya Siapkan Skema Pengamanan Lalu Lintas di Pintu Masuk Jakarta




