POJOKSATU.id, JAKARTA—Anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2026 mencapai Rp335 triliun. Tiap bulan anggaran yang mau dihabiskan mencapai Rp27,91 triliun.

Tahun 2025 lalu, anggaran MBG hanya Rp 170 triliun. Penambahan tahun ini mencapai lebih 100 persen.

Tahun lalu, jumlah penerima hanya 55 juta penerima. Sementara tahun 2026 ini, MBG cakupannya diperluas hingga 82,9 juta orang penerima.

"Kalau mengenai anggaran kan tidak ada masalah karena di dalam anggaran APBN kita tahun 2026 yang akan datang sudah dialokasikan kurang lebih Rp 335 triliun untuk program Makan Bergizi Gratis," kata Mensesneg Prasetyo Hadi di Hambalang, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026) malam.

Baca Juga: Aksi Tolak Penggusuran Rumah Ricuh, Warga Puri Asih Sejahtera Bekasi Terlibat Bentrok dengan Polisi

Prasetyo menjelaskan Prabowo meminta agar BGN memperketat disiplin prosedur di semua SPPG. Sebab, kejadian keracunan dan berbagai masalah lainnya masih terjadi cukup banyak di Desember 2025 kemarin.

"Beliau menghendaki untuk disiplin prosedur itu ditingkatkan karena menurut catatan dari kepala BGN di bulan Desember masih ada kurang lebih 15 kejadian yang Bapak Presiden meminta semaksimal mungkin ini tidak boleh lagi terjadi kejadian-kejadian yang tidak diinginkan. Jadi kira-kira secara teknis dan anggaran tidak ada masalah," tegas Prasetyo.

Adapun dalam Taklimat Awal Tahun, Prabowo mengeklaim program MBG dapat dikatakan berhasil 99,99 persen.

Baca Juga: Ketua DPRD Karawang: Kedatangan Presiden Prabowo Berkah Bagi Petani

Ia berharap, program ini terus disempurnakan agar tidak ada satupun kesalahan yang diterima penerima manfaat.

"Kita bersyukur bahwa kalau kita pelajari dengan objektif statistik, boleh dikatakan bahwa kita 99 persen berhasil. Jadi saudara tentunya kita harapkan zero defect itu yang harus kita capai," kata Prabowo.

Anggaran MBG Tahun 2025

Anggaran program MBG tahun 2025 memiliki pagu awal di APBN sebesar Rp71 triliun. Namun ada kebutuhan tambahan yang diproyeksikan mencapai Rp99 triliun, dengan kemungkinan tambahan anggaran dari pemerintah.

Hingga akhir tahun, realisasi penyerapan mencapai sekitar Rp52,9 triliun atau 74,6% dari pagu Rp71 triliun, menjangkau puluhan juta penerima manfaat seperti siswa dan ibu hamil.***