POJOKSATU.id, JAKARTA—Penjarahan di kediaman anggota DPR RI Ahmad Sahroni (48) di bilangan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (30/8), masih menarik perhatian publik hingga kini.
Salah satu momen yang terekam kamera ketika brankas warna hitam berukuran lebih satu meja belajar sekolah, dikeluarkan beramai-ramai dari dalam rumah Ahmad Sahroni.
Brankas hitam ini ternyata berisi Dolar Singapura. Yang membuat kaget, nilainya ternyata pecahan 1.000. Jika ditukar dengan kurs rupiah, sekali tukar bisa dapat Rp 12,7 juta.
Baca Juga: Yang Tersisa dari Penjarahan Rumah Ahmad Sahroni, Ayahnya Ternyata Orang Batak Henra Silalahi
Dari taburan yang terlihat, dolar Singapura di brankas ini diduga lebih dari 100 lembar. Untuk 100 lembar saja, nilainya sudah Rp1,2 miliar.
Dikutip dari Morningstar, Senin (1/9), nilai tukar dari 1 dolar ke rupiah saat ini yaitu 12.784 rupiah. Jika digunakan di Indonesia, sudah bisa membeli satu sepeda motor bekas.
Dalam unggahan yang viral di media sosial Instagram dan X, tampak ratusan massa berkerumun di jalan di depan rumah Sahroni.
Baca Juga: 6 Perangkat E-Reader 2025 yang Cocok untuk Pelajar Zaman Now, Praktis dan Fitur Makin Interaktif
Salah seorang warga membawa barang diduga brankas milik Ahmad Sahroni. Lalu warga yang lain bersama-sama mendorong brankas tersebut.
Terlihat, orang tersebut menyebarkan uang yang tersimpan dalam brankas Ahmad Sahroni. Uang itu lalu dihamburkan ke udara. Duit itu berupa pecahan 1000 dolar Singapura.
Benar saja, saat disebar, massa langsung berebutan hingga berdesak-desakan mendapat uang tersebut.
Jam Richard Mille Tak Jadi Dijual
Diketahui, buntut penggerudukan rumah Ahmad Sahroni pada Sabtu (30/8/2025) sejumlah barang mewah milik anggota DPR tersebut dijarah massa dari dalam rumahnya.
Salah satu yang dijarah adalah jam tangan mahal merek Richard Mille. Satu jam tangan ini berharga Rp11 miliar hingga Rp12 miliar.
Namun dua hari usai penjarahan atau Senin (1/9), bocah yang mengambil barang tersebut sudah mengembalikan jam tangan mewah ini ke ketua RT dan RW tempat domisili Ahmad Sahroni di Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara.***




