POJOKSATU.id - Publik mempertanyakan Green SM Indonesia yang dianggap kurang berempati dalam peristiwa tabrakan kereta api di Bekasi Timur pada Selasa 27 April 2026 malam.

Pasalnya, publik menilai bahwa kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur itu sejatinya tidak akan terjadi.

Apabila sebelumnya Commuter Line yang ditabrak Argo Bromo Anggrek itu tidak lebih dulu menemper mobil taksi Green SM.

Baca Juga: Korban Meninggal Tabrakan Kereta Api di Bekasi Timur jadi 14 Orang dan 84 Luka, Semua Biaya Ditanggung KAI

Taksi Green SM berpelat nomor B 2864 SBX tersebut tertemper bagian depan Commuter Line di perlintasan Ampera, Bekasi Timur.

Hal ini sejalan dengan kesaksian penumpang Commuter Line, Heriyati, mengatakan saat itu dirinya hendak turun di Stasiun Tambun.

Tapi, karena ada insiden dengan taksi Green SM tersebut dia terpaksa turun di Stasiun Bekasi Timur.

Baca Juga: UPDATE Terbaru Jumlah Korban Tabrakan Kereta Api Bekasi Timur, Meninggal 14 Orang, Luka 84 Orang

"Ada informasi ada kendala, katanya ada mobil terseret, katanya di (perlintasan) Ampera," ujar dia kepada wartawan bekasi.pojoksatu.id.

Karena insiden itu, Heriyati meminta suami menjemput di Stasiun Bekasi Timur saja.

Akibat adanya peristiwa di perlintasan Ampera tersebut, Commuter Line terpaksa berhenti cukup lama di Bekasi Timur untuk melakukan perbaikan.

Baca Juga: Tabrakan KA Argo Bromo vs KRL di Bekasi Timur, Begini Cara Kerja Sistem Sinyal Kereta Api

Ia bahkan melihat langsung saat tabrakan terjadi banyak penumpang dalam gerbong yang terpendal.

"Untungnya saya sudah di luar. Sudah duluan keluar, banyak yang mental," kata dia.

Permintaan Maaf KAI

Setelah kejadian ini, Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan atas kejadian ini.

KAI memastikan petugas di lapangan telah bergerak cepat untuk melakukan penanganan dan pengamanan lokasi, serta berkoordinasi dengan pihak terkait guna mempercepat proses evakuasi dan pemulihan perjalanan.

Adapun penyebab kejadian serta jumlah perjalanan KA yang terdampak masih dalam proses investigasi dan pendataan lebih lanjut.

Baca Juga: Tabrakan Commuter Line dan Argo Bromo di Bekasi Timur, 7 penumpang masih terjepit di gerbong wanita. Proses evakuasi oleh tim SAR gabungan terus berla

KAI juga mengimbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati dan mematuhi aturan keselamatan, khususnya di area jalur rel dan perlintasan sebidang, demi mencegah kejadian serupa.

"Informasi lebih lanjut akan disampaikan seiring perkembangan penanganan di lapangan," ujar dia.

Permintaan maaf juga disampaikan langsung VP Corporate Communication KAI, Anne Purba, dalam keterangan yang diterima Pojoksatu.id, malam tadi.

Baca Juga: Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Bekasi Timur, 71 Korban Dirawat di 5 Rumah Sakit

"Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini," ujar

Ia menyatakan, KAI memahami situasi ini menimbulkan kekhawatiran bagi pelanggan dan keluarga yang menunggu kabar.

Saat ini, seluruh upaya difokuskan pada proses evakuasi penumpang dan awak sarana, serta penanganan korban di lokasi kejadian dengan prioritas utama keselamatan.

Baca Juga: Argo Bromo Tabrak Gerbong Wanita Commuter Line di Bekasi Timur, Ini Kronologi dari Penumpang

"Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh penumpang dan petugas mendapatkan penanganan secepat mungkin dan sebaik mungkin. Kami juga terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait di lapangan," ujarnya.

Anne juga berjanji akan terus memberikan pembaruan informasi secara berkala seiring perkembangan penanganan di lokasi.

"Pelanggan yang membutuhkan informasi lebih lanjut dapat menghubungi layanan resmi KAI melalui WhatsApp 0811-2223-3121 atau Call Center 121," kata dia.

Pernyataan Resmi Green SM Indonesia

Sementara, Green SM Indonesia juga telah mengeluarkan pernyataan resmi terkait kecelakaan kereta api di Bekasi Timur tersebut.

Pernyataan tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi perusahaan @id.greensm.

"Green SM Indonesia menaruh perhatian penuh pada terjadinya insiden di area perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026, yang melibatkan satu kendaraan Green SM dan kereta yang melintas," demikian sebagaimana dikutip pojoksatu.id.

Baca Juga: Humas PT KAI Ungkap Tabrakan Kereta di Bekasi Timur Hanya Tertemper, Ini Penjelasannya

Perusahaan menyebut telah telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung.

"Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami," sambungnya.

Green SM juga menyatakan komitmen untuk menjaga standar keselamatan yang tinggi melalui sistem operasional, pengawasan, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan.

Baca Juga: Ngeri, Tabrakan Kereta Api di Bekasi Terjadi saat Sedang Siaran Live Rekam Detik-detik Tabrakan dan Penumpang dalam Gerbong

"Kami akan terus menyampaikan perkembangan terbaru seiring dengan tersedianya informasi yang telah terverifikasi," tandasnya.

Yang membuat publik bertanya-tanya adalah kenapa dalam pernyataan resmi tersebut sama sekali tidak ada permintaan maaf.

Selain itu, akun Instagram Green SM Indonesia tersebut juga diketahui telah menutup kolom komentar.***