POJOKSATU.id, JAKARTA -- Korban meninggal atau syuhada akibat perang Israel dengan Hamas di Gaza Palestina mencapai 11.078 orang.
Korban meninggal akibat serangan Israel ini mencakup sedikitnya 4.506 anak-anak.
Data tersebut diperparah dengan kondisi 21 rumah sakit di Gaza sudah tidak beroperasi.
Dilansir Aljazeera, Jumat (10/11/2023), Kementerian Kesehatan di Gaza mengatakan jumlah warga Palestina yang tewas dalam serangan Israel sejak 7 Oktober telah meningkat menjadi setidaknya 11.078 orang.
Baca Juga: Serukan Gencatan Senjata, Presiden Jokowi Berangkat ke Arab Saudi Bahas Kondisi di Gaza
Menurut data Kementerian Kesehatan di Gaza, Korban tewas mencakup sedikitnya 4.506 anak-anak. Sementara itu, jumlah rumah sakit yang tidak berfungsi sejak awal serangan Israel di Gaza telah mencapai 21.
Jumlah itu merupakan informasi terbaru dari juru bicara Kementerian Kesehatan Palestina Ashraf al-Qudra. Sebelumnya, Palestina menyebut 18 rumah sakit telah berhenti beroperasi.
Menteri Kesehatan Palestina Mai al-Kaila sebelumnya mengatakan 18 rumah sakit di Gaza telah menghentikan operasinya sejak dimulainya serangan militer Israel pada awal Oktober.
"Israel mengabaikan komunitas internasional, dan terus melakukan kejahatan terhadap rumah sakit, pusat kesehatan dan tempat penampungan di seluruh Jalur Gaza," kata al-Kaila dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh kantor beritaPalestinaWafa.
Baca Juga: MUI Sebut Haram Beli Produk Pendukung Israel, Kemerdekaan Palestina Wajib Didukung
Presiden Jokowi menyerukan gencatan senjata antara Hamas dan Israel di tengah situasi perang yang telah memakan banyak korban jiwa warga sipil terutama anak-anak di Gaza.
Presiden Jokowi akan berangkat menuju Riyadh, Arab Saudi, untuk menghadiri KTT Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang akan membahas kondisi di Gaza, Palestina.
Jokowi berangkat ke Riyadh dari Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur.
Jokowi mengatakan KTT OKI sebagai upaya menghentikan serangan Israel terhadap warga Palestina.***




