POJOKSATU.ID- Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Nurul Arifin mengaku semakin bersemangat melihat hasil survei LSI Denny JA yang menempatkan elektabilitas pasangan calon Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di urutan teratas.
Dengan elektabilitas tertinggi, politisi Partai Golkar ini meyakini kritikan dan fitnah yang selama ini dialamatkan terhadap Prabowo- Gibran tak berpengaruh.
"Mas Gibran selalu diserang, baik kritik maupun fitnah. Tapi ternyata itu tidak mempan. Gibran's effect mulai terlihat. Semakin diserang," kata Nurul saat dihubungi, Selasa (21/11/2023).
Baca Juga: Atlet Dayung asal Karawang Sukses Kalahkan 52 Negara di Thailand
Menurut Nurul, dengan serang- serangan miring terhadap Gibran Rakabuming Raka itu, justru membuat nama Gibran makin populer di kalangan masyarakat Indonesia.
"Mas Gibran justru makin populer. Ini luar biasa.” terang Nurul.
Tak hanya itu, TKN Prabowo ini malah bersyukur atas serangan yang kerap dialamatkan terhadap Gibran.
Nurut menilai serangan terhadap Gibran itu, justru dipandang semacam marketing gratis menuju kemenangan terhadap capres nomor urut 02 itu.
Baca Juga: Terbukanya Peluang Makzulkan Jokowi, Formappi: Tantangan Bagi DPR
"Kami justru bersyukur atas serangan-serangan yang membuat Mas Gibran banyak dibicarakan. Bagi TKN ini menjadi semacam marketing gratis menuju Pilpres 2024” jelasnya.
Survei LSI Denny JA kembali merilis hasil survei teranyar. Hasil survei pasangan elektabilitas Prabowo-Gibran tetap diurutan teratas dengan memperoleh dukungan 40,3 persen.
Sementara elektabilitas Capres- Cawapres Ganjar Pranowo-Mahfud MD terjungkal.
Baca Juga: Ganjar Milenial Edukasi Anak Muda Untuk Lebih Peduli Lingkungan dengan Menanam Pohon
Namun berbanding terbalik dengan pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) yang mulai merangkak naik.
Eelektabilitas Ganjar-Mahfud di bulan Oktober 2023 lalu sebesar 36,9 persen. Akan tetapi elektabilitasnya menurut di bulan November 2023 jadi hanya 28,6 persen.
Sementara elektabilitas pasangan AMIN di bulan Oktober sebesar 8,8 persen. Kemudian mulai naik di November 2023 menjadi 20,3 persen.
"Ganjar-Mahfud alami penurunan begitu jauh. Dan AMIN cenderung kenaikan," kata Peneliti LSI Denny JA, Adjie Al Faraby, Senin (20/11/2023).
Baca Juga: Sempat Pro Israel, Tarra Budiman Buktikan Peduli Palestina, Antarkan Bantuan untuk Warga Gaza
Menurut Adjie Al Faraby, survei ini menggunakan wawancara langsung perihal kontroversi putusan MK dan isu dinasti.
Namun kedua isu tersebut sama sekali tidak berdampak terhadap elektabilitas Prabowo- Gibran.
"Isu demokrasi yang mendung
tidak memiliki efek elektoral yang negatif kepada pasangan Prabowo- Gibran, ataupun kepada tingkat kepuasan atas Jokowi," tegasnya.
Begitu juga dengan isu serangan terhadap Jokowi sama sekali tidak berdampak terhadap Prabowo- Gibran.
Baca Juga: Eks Ketua Wantim NasDem Dukung Ganjar-Mahfud, Integritas Hingga Track Record Jadi Pertimbangannya
Justru malah menjadi blunder, karena
membuat migrasi pendukung Jokowi meninggalkan Ganjar.
"Sehingga elektabilitas Ganjar- Mahfud malah merosot," tegasnya.
Sedangkan, kata dia, pasangan Anies- Muhaimin mulai naik, karena mendapatkan limpahan suara dari pemilih yang pergi
dari Ganjar.
"Pertama kali, pasangan Anies- Muhaimin konsisten menaik. Anies- Muhaimin juga semakin menarik pemilih kalangan terpelajar," tegasnya.
Baca Juga: Kejari Karawang Terus Dalami Dugaan Korupsi PJU, 26 Saksi Diperiksa
Karena itu, jika Pilpres digelar hari ini, maka pasangan Prabowo- Gibran akan menjadi pemenang di putaran pertama.
Sementara satu tiket untuk masuk ke putaran kedua akan direbutkan oleh pasangan Anies dan Ganjar.
"Jika Pilpres hari ini, Prabowo- Gibran masuk putaran kedua,
sementara tiket satu lagi diperebutkan antara Anies dan Ganjar," tegasnya. ***



