POJOKSATU.id, JAKARTA—Surat edaran Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas tentang panduan penyelenggaraan ibadah Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1444 H, menuai kontroversi.
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Persaudaraan Alumni (PA) 212, Novel Bamukmin, ikut merespon hal tersebut.
Surat Edaran Menag ini yaitu SE Menag No 1 Tahun 2024 tentang Panduan Penyelenggaraan Ibadah Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1444 H/2024 M.
Menurut Novel, Surat Edaran Menag tersebut menuai kontroversi dan membuat kegaduhan lagi. Novel pun mendesak Presiden Jokowi memecat Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas.
Baca Juga: Ternyata Dana Kampanye PKB Minim Posisi 2 Terbawah, Tapi Bisa Tempati Rangking Empat Pileg 2024
Sebelumnya, Novel juga dianggap membuat gaduh tentang KUA yang ingin dijadikan tempat nikah dan ibadah semua agama.
Menurut Novel, syiar agama Islam harus seluas-luasnya dilakukan, apalagi Indonesia adalah mayoritas beragama Islam yang sudah dijamin kebebasannya secara konstitusi dalam Pancasila dan UUD 1945.
"Dengan begitu secara hirarki surat edaran Menag harus tunduk ketetapan konstitusi yang lebih tinggi, yaitu Pancasila dan UUD 45. Apalagi penggunaan speaker dalam tarawih hanya kurang lebih 1-2 jam saja, apalagi hari pertama jamaah membludak bisa agak jauh dari masjid, sehingga suara imam harus sampai untuk memenuhi kesempurnaan Salat," kata Novel seperti dilansir dari Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (8/3).
Baca Juga: Ketua Komisi I DPRD Kota Bekasi Soroti Lemah Komunikasi Antar OPD
Adapun tadarus kata Novel, memang harus diatur waktunya, karena Ramadhan merupakan bulan Al Quran, sehingga ada momen untuk Al Quran diperdengarkan.
"Umat non Islam sudah biasa dan sudah paham, karena hanya setahun sekali dan itu juga lebih banyak masjid atau musala tidak menyelengarakan karena memang faktor SDM-nya. Dan non Islam sangat toleransi," tutur Novel.
Novel meyakini, Islam di Indonesia sangat toleransi dengan agama yang ada di NKRI. Contohnya, ketika umat Hindu di Bali menyelenggarakan Hari Raya Nyepi, semuanya patuh pada peraturan yang dibuat oleh Pemda Bali.
Baca Juga: Bamsoet Bahas Kans Ridwan Kamil Jadi Menteri atau Gubernur DKI, Singgung Calon Ketua Umum Golkar
Untuk itu, Novel meminta agar umat Islam tidak resah apalagi sampai terprovokasi dengan ulah Menag Yaqut.
Novel meminta agar umat Islam menjalankan ibadah sebagaimana biasanya, dan tebar berkah Ramadan sebagai perwujudan Islam sebagai agama yang rahmatan lil alamin.
"Dan kepada Presiden Jokowi, segera pecat Yaqut karena walau saat ini kabinet sebentar lagi akan berakhir, namun demi keutuhan bangsa, tidak ada kata tanggung atau telat mereshuffle kabinet karena baru saja kemarin bisa terjadi reshuffle 2 menteri," kata Novel.***




