POJOKSATU.id - Pemandangan tak biasa terlihat di Sungai Kapuas, Kalimantan Barat.
Sungai yang selama ini menjadi salah satu jalur distribusi batu bara menggunakan kapal tongkang itu mengalami penyusutan debit air cukup drastis setelah kemarau panjang.
Dampaknya pun terasa langsung. Kapal-kapal tongkang berukuran besar kesulitan bergerak, bahkan ada yang kandas dan harus menunggu sampai kondisi air kembali memungkinkan untuk berlayar.
Fenomena tersebut kemudian ramai menjadi perbincangan publik.
Baca Juga: Di Tengah Karhutla, Polisi Temukan Singkong Matang karena Bara Api, Komentar Netizen Bikin Salfok
Apalagi, dalam sebuah unggahan Instagram akun @atr.drone, terlihat kapal tongkang yang disebut sudah hampir tiga bulan kandas di Sungai Kapuas.
Kondisi sungai yang biasanya dipenuhi aliran air kini berubah drastis.
Hamparan pasir di dasar sungai terlihat semakin luas sehingga kapal besar yang biasanya melintas justru tampak seperti berada di tengah padang pasir.
ESDM Bantah Ada Kaitannya dengan Pembatasan Produksi
Keringnya Sungai Kapuas sempat dikaitkan dengan aktivitas distribusi batu bara.
Baca Juga: Benarkah Ribuan ASN Dikabarkan Banyak Mundur, BKN Akhirnya Buka Suara Soal Fakta Sebenarnya!
Namun, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan tersendatnya pelayaran tongkang bukan disebabkan kebijakan pembatasan kuota produksi.
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyebut persoalannya justru sangat teknis, yakni debit air sungai yang menyusut sehingga kapal tidak memiliki kedalaman air yang cukup untuk bergerak.
"Enggak, itu ya bukan karena dibatasi produksinya, karena air untuk ngalirin tongkangnya enggak ada air. Iya (sungai kering), he eh..." katanya saat ditemui di sela acara The 12th Indonesia EBTKE ConEx 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu 2 September 2026.
Baca Juga: Kabar Lega Bagi PPPK Paruh Waktu, BKN Buktikan Skema Pengangkatan Penuh Waktu Sudah Jalan!
Yuliot bahkan mengaku telah mengecek kondisi tersebut di Kalimantan.
Menurutnya, kapal tongkang memang mengalami kendala karena sungai mengering.
"Enggak, enggak. Itu ya saya cek itu kemarin di Kalimantan. Ya justru, ya karena sungainya mengering, tongkangnya enggak bisa jalan," bebernya.
Kapal Besar Tak Bisa Bergerak
Penyusutan air membuat aktivitas pelayaran di Sungai Kapuas terganggu.
Kapal tongkang yang membutuhkan kedalaman tertentu untuk berlayar akhirnya harus mengurangi pergerakan atau bahkan berhenti sementara.
Kondisi itu terlihat di kawasan Kampung Sungai Raya, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat.
Salah satu titik yang menjadi perhatian berada di kawasan Dusun Teluk Pasir, Desa Tanjung, Kecamatan Sekadau Hilir.
Di lokasi tersebut, kapal tongkang berukuran besar dilaporkan kandas.
Baca Juga: Warga Jakarta Wajib Tahu, Intip Pesona Hidden Gem Taman Hijau yang Bikin Lupa Bisingnya Kota!
Kemarau yang berlangsung selama sekitar empat bulan membuat debit Sungai Kapuas terus menyusut.
Akibatnya, aliran sungai yang biasanya menjadi jalur transportasi berubah menjadi hamparan pasir luas.
Sungai Berubah Jadi Tempat Rekreasi
Ada sisi lain dari fenomena tersebut yang justru menarik perhatian masyarakat.
Hamparan pasir yang muncul akibat surutnya Sungai Kapuas dimanfaatkan warga sebagai ruang terbuka untuk bersantai.
Baca Juga: Bikin Heboh Medsos, Benarkah Kantor Telkom di Gatot Subroto Mau Diambil Alih Badan Gizi Nasional?
Sebagian masyarakat datang bersama keluarga, berkumpul, hingga menikmati pemandangan matahari terbenam.
Pemandangan kapal tongkang yang kandas di tengah hamparan pasir pun menjadi daya tarik tersendiri.
Tak heran jika kawasan yang biasanya hanya dikenal sebagai jalur sungai kini menghadirkan panorama yang berbeda.
Kapal besar yang terdiam di tengah sungai membuat suasananya sekilas seperti berada di kawasan gurun.
Namun, di balik pemandangan yang unik tersebut, kondisi ini tetap membawa persoalan bagi aktivitas transportasi dan distribusi batu bara.
Bagi pelaku usaha yang mengandalkan jalur sungai, surutnya air berarti mobilisasi logistik harus menunggu kondisi alam kembali memungkinkan.
Kemarau Mengubah Wajah Sungai Kapuas
Fenomena ini menunjukkan betapa besar pengaruh kondisi cuaca terhadap aktivitas transportasi sungai.
Ketika debit air turun drastis, jalur yang selama ini menjadi akses kapal tongkang berubah menjadi medan yang sulit dilalui.
Baca Juga: Formasi Magang Nasional 2026 Batch 2 di Kemdiktisaintek, Ada 167 Posisi
Kapal pun tidak bisa dipaksakan berlayar karena berisiko kandas.
Sementara masyarakat melihat sisi lain dari surutnya sungai tersebut.
Dasar sungai yang biasanya tersembunyi kini terbuka lebar, menciptakan pemandangan yang jarang terlihat.***




