POJOKSATU.id, SUMUT - Provinsi Sumatera Utara masuk dalam kategori sukses mengendalikan pandemi covid-19. Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut untuk penanganan pandemi covid-19.
Menurut Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi, awal pandemi covid-19 Pemprov Sumut merasa kewalahan dan dihantui rasa takut, terutama bagi dokter dan juga tenaga medis lainnya yang berada di garda terdepan.
"Terlebih lagi jumlah penduduk Sumut yang berkisar 16 juta orang, sangat sulit untuk dikendalikan. Namun karena peran dari universitas, tokoh agama, dan tokoh masyarakat, kami berkumpul dan bermusyawarah sehingga memperoleh keputusan untuk melakukan new normal," ucap Edy Rahmayadi kepada Tim Juri Penilaian Penghargaan Pengendalian Pandemi Covid-19 atau PPKM Award, secara virtual, Kamis (9/3).
Tim Juri PPKM Award terdiri dari Fatma Lestari, Hani Basuki serta lainnya mempertanyakan strategi yang dilakukan Pemprov Sumut dalam pengendalian, membalikkan kondisi dimana Sumut termasuk wilayah yang mengalami lonjakan dan juga strategi vaksinasi yang dilakukan.
Edy Rahmayadi menambahkan keputusan Pemprov Sumut melaksanakan New Normal dilakukan dengan konsep regulasi penanganan Covid-19 dengan program 5 M, yakni Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, serta Membatasi mobilisasi dan interaksi. Juga melaksanakan testing, tracing dan treatmen. Keputusan new normal ini diambil dengan tidak melakukan lock down karena pertimbangan ekonomi rakyat.
Strategi selanjutnya adalah mengeluarkan anggaran yang dikhususkan pada penanganan Covid-19 yang diambil dari Dana Alokasi Umum (DAU) sebanyak 14% atau sekitar Rp 364 miliar.
"Setiap harinya Pemprov Sumut mengecek ketersediaan Rumah Sakit yang mencukupi dari ketersedian tempat tidur, obat-obatan dan sebagainya. Posko Covid-19 di setiap daerah juga selalu dipantau dengan memberikan data yang update setiap harinya," katanya.
Untuk vaksinasi Edy Rahmayadi menjelaskan bahwa Pemprov Sumut bekerja sama dengan TNI dan Polri yang melaksanakan hal tersebut. Dari data yang diperoleh vaknisasi pada lansia dosis satu sebanyak 95,5%. dan dosis dua 77,86%.
"Kami juga melibatkan TNI dan Polri untuk melakukan vaksinasi secara door to door kepada masyarakat," katanya.
Diketahui, PPKM award merupakan wujud apresiasi dari Pemerintah Pusat kepada representasi stakeholders yakni pemerintah daerah, baik pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota, fasilitas pelayanan kesehatan, serta satuan TNI POLRI di daerah. (TIK/pojoksatu)




