POJOKSATU.id — Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menyoroti kasus Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mudah basi hingga memicu keracunan.
Pernyataan ini ia sampaikan dari pengalaman langsung saat menyiapkan makanan di dapur darurat erupsi Merapi.
Sultan menyampaikan hal tersebut dalam pidatonya di acara gerakan pangan murah yang digelar Dinas Perdagangan dan Perindustrian DIY hari ini.
Menurutnya, memasak dalam jumlah banyak sebenarnya tidak rumit, asalkan memperhatikan waktu agar makanan tetap aman untuk dikonsumsi.
Baca Juga: VALIDASI SKTP Tahap 2, Guru Harus Siaga, Ini DAFTAR KATEGORI yang Segera Diverifikasi
"Sebetulnya nggak rumit, kenapa bisa keracunan? Nggak perlu pakai bahan kimia. Masak jam setengah 2 pagi, dimakan jam 08.00 saja sudah pasti basi. Airnya pun kalau diaduk sudah mulai melar. Pasti begitu," ujar Sultan.
Sultan mengatakan, karena sering memasak, ia tahu mana bahan yang cepat rusak.
Ia pun mengenang pengalamannya menyiapkan dapur umum untuk para pengungsi erupsi Merapi pada 2010.
"Loh, saya di rumah juga sering masak. Saya punya pengalaman empat tahun membuka pengungsian karena aktivitas Merapi. Jadi mesti punya dapur umum," kata Sultan.
Ia menekankan, waktu memasak sangat menentukan kesegaran makanan.
"Bisa nggak, jam 02.30 itu jangan masak sayur? Tapi kalau sudah pagi, baru masak sayur, dimakan jam 08.00 atau 10.00. Yang lain seperti digoreng atau dimasak lainnya, itu didahulukan," jelasnya.***
Silakan beri tanggapan di kolom komentar dan bantu sebar informasi ini.
Akses artikel bisa dibaca melalui apps kami (buat link hidup):
Versi Android
Versi iOS
Channel WhatsApp
Fanpage Edugov
Baca artikel menarik lainnya dari penulis: Salsabila Azahra




