POJOKSATU.id, Jakarta — PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) terus mendorong pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan yang menggabungkan keterampilan, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Halim Perdanakusuma bersama kelompok binaan Ibu Menyulam dalam Program Pusaka Askara, Pertamina Patra Niaga menggelar Workshop dan Edukasi Seni Fashion Menyulam bagi perempuan dan lanjut usia.

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (15/9) di Duren Sawit, Jakarta Timur, tersebut berkolaborasi dengan Pemerintah Kecamatan Duren Sawit dan diikuti 40 perwakilan ibu rumah tangga serta lanjut usia dari wilayah Kecamatan Duren Sawit.

Baca Juga: Sudah Pakai Riding Gear? Tetap Wajib #Cari_Aman di Jalan

Para peserta mendapatkan pelatihan membuat kerajinan dan seni fashion dengan memanfaatkan limbah tekstil rumah tangga.

Limbah tersebut diolah melalui teknik menyulam dan sashiko sehingga dapat menjadi produk yang memiliki nilai tambah.

Pelatihan tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis. Peserta juga dibekali pengetahuan dan pengalaman praktis dalam proses produksi yang diharapkan dapat dikembangkan menjadi peluang usaha mikro.

Baca Juga: Kondisi Febiona Purba dan Agnesia Silitonga Mulai Membaik, Direncanakan Rawat Jalan oleh RSCM

Melalui pelatihan serta pendampingan setelah kegiatan, peserta didorong untuk mengembangkan keterampilan menyulam secara berkelanjutan, memanfaatkan limbah tekstil, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi.

Program Pusaka Askara sendiri merupakan program pemberdayaan masyarakat terintegrasi di Kelurahan Pondok Kopi, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur.

Program ini mendorong kemandirian pangan, pertumbuhan ekonomi lokal, serta pengelolaan limbah secara berkelanjutan.

Baca Juga: Ciumbuleuit Jadi Lokasi Pembuangan Sampah Ilegal, Pemkot Bandung Ambil Tindakan

Hingga saat ini, Pusaka Askara telah melibatkan 29 anggota kelompok binaan, yang terdiri dari 10 lanjut usia dan 19 perempuan tulang punggung keluarga.

Program tersebut juga membuka alternatif pendapatan rata-rata Rp300.000 per orang per bulan.

Selain itu, kelompok binaan mampu mengelola sekitar 15-25 kilogram limbah tekstil rumah tangga menjadi produk seni fashion melalui teknik menyulam.

Baca Juga: Komisi III DPRD Jabar Soroti Pajak Kendaraan, BJB, hingga Kinerja BUMD

Salah satu lokal hero dari kelompok binaan Ibu Menyulam, Esther Odeani, mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang bagi perempuan, khususnya ibu rumah tangga dan lanjut usia, untuk mengembangkan keterampilan yang dapat mendukung peran mereka dalam ekonomi keluarga.

“Melalui workshop dan edukasi yang diselenggarakan oleh Kelompok Ibu Menyulam bersama Pertamina, kami ingin memperluas dampak kepada lebih banyak perempuan, khususnya ibu rumah tangga dan lanjut usia, agar memiliki keterampilan yang dapat meningkatkan peran mereka dalam ekonomi keluarga. Dari hal sederhana seperti menjahit dan menyulam, dapat lahir karya yang bernilai sekaligus mendorong perempuan untuk semakin berdaya,” ujar Esther.

Antusiasme juga disampaikan Hadijah, salah satu peserta workshop dari Kelurahan Pondok Kopi.

Baca Juga: Trauma Berat Usai Bencana Gempa NTT, Ribuan Guru dan Siswa Bakal Dapat Pendampingan Mental Khusus!

Menurutnya, pelatihan tersebut memberikan manfaat tidak hanya dalam pengembangan keterampilan, tetapi juga dalam membangun interaksi sosial dan kepercayaan diri.

“Kegiatan ini sangat menarik untuk diikuti. Pelatihan yang diselenggarakan tidak hanya menambah keterampilan teknis, tetapi juga meningkatkan rasa percaya diri dan memperluas jejaring sosial kami. Kegiatan seperti ini memberikan kesempatan bagi perempuan untuk tetap produktif dan berkontribusi terhadap pendapatan keluarga melalui karya yang dihasilkan,” ujar Hadijah.

Di kesempatan lain, Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional JBB, Reno Fri Daryanto, menyoroti keterlibatan perempuan yang menjadi bagian penting dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat dan agenda pembangunan berkelanjutan.

Baca Juga: Ribuan Sekolah di NTT Hancur Diterjang Gempa, Kemendikdasmen Kucurkan Puluhan Miliar Demi Amankan Kelas Darurat!

“Pertamina hadir dengan semangat inklusivitas dalam mendukung agenda pembangunan nasional terutama dalam melibatkan perempuan sebagai agen perubahan ekonomi di tingkat komunitas. Dengan menggabungkan keterampilan tradisional menyulam dan prinsip ekonomi sirkular, kami berharap dapat membuka peluang baru bagi peningkatan kesejahteraan keluarga sekaligus mengurangi beban lingkungan akibat sampah,” ujar Reno.

Menurut Pertamina Patra Niaga, program tersebut juga sejalan dengan upaya mendukung pencapaian Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam penguatan ekonomi rakyat, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penerapan prinsip pembangunan berkelanjutan.

Melalui pengembangan keterampilan menyulam dan pemanfaatan limbah tekstil, Program Pusaka Askara diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menciptakan nilai ekonomi dari material yang sebelumnya tidak terpakai.

Baca Juga: Kulit Wajah Kering dan Mengelupas? Coba 8 Kebiasaan Sederhana Ini

Informasi lebih lanjut terkait Pertamina Patra Niaga dapat mengunjungi www.pertaminapatraniaga.com, media sosial @pertaminapatraniaga, atau menghubungi Pertamina Contact Center 135.***