POJOKSATU.id, JAKARTA—Sejatinya sebagian wilayah Indonesia saat ini sudah memasuki musim kemarau. Namun ternyata masih sering hujan di sebagian wilayah.
BMKG memberikan penjelasan bahwa musim kemarau tahun 2026 ini dibawa angin monsun Australia yang bergerak dari selatan ke utara Indonesia.
Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), beberapa daerah di Indonesia sudah mulai panas. Namun sejumlah daerah masih sering turun hujan.
Pada awal April 2026, baru 7,8 persen wilayah yang masuk musim kemarau dan selebihnya masih musim hujan. BMKG menyebut musim kemarau datang dari selatan.
Baca Juga: CMNP Menang Gugatan Rp 119 Triliun Lawan Hary Tanoe dan MNC
Musim kemarau dibawa angin monsun Australia yang bergerak dari selatan ke utara Indonesia. Kalau di lihat di peta bumi, dari bagian bawah lalu menuju bagian atas peta bumi.
BMKG menegaskan bahwa kemarau 2026 memang diperkirakan lebih kering dari biasanya dibandingkan dengan rata-rata iklim normal.
"Tapi bukan berarti ini kemarau paling parah dalam 30 tahun terakhir," jelas BMKG melalui unggahan resmi di media sosial, dikutip Rabu (22/4/2026).
BMKG turut menegaskan musim kemarau bukan berarti tidak ada hujan sama sekali. Batas kemarau adalah ketika curah hujan kurang dari 50 mm per 10 hari (satu dasarian) dan berkelanjutan selama 3 dasarian berturut-turut. Maka, peluang hujan tetap ada.
Baca Juga: Ramai Dikabarkan Rekrut Baekhyun EXO, Galaxy Corporation Tegas Membantah
Selain itu, Kepala BMKG sebelumnya sempat menerangkan bahwa musim kemarau dan El Niño berbeda dan tidak selalu bersamaan.
"Perlu dipahami bahwa kemarau dan El Niño itu adalah dua fenomena yang berbeda dan tidak selalu terjadi bersamaan. Kemarau tetap akan datang setiap tahun di Indonesia. Tapi jika El Nino terjadi bertepatan dengan musim kemarau, maka kemaraunya akan menjadi jauh lebih kering," jelas Faisal dikutip dari laman BMKG, Rabu (22/4/2026)
Prediksi musim kemarau April-Mei: NTT, NTB, Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah.
Prediksi musim kemarau Juni: Sebagian besar Sumatera.
Prediksi musim kemarau Juli: Sebagian besar Kalimantan dan Sulawesi.***




