POJOKSATU.id, PADANG— Dua pekan berlalu, jasad korban 33 orang masih hilang di tragedi banjir bandang Jembatan Kembar, Padang Panjang, Sumbar, yang terjadi Kamis (27/12) lalu.

Salah satu jasad yang belum ditemukan adalah anggota Polri dari Ditreskrimum Polda Riau Ipda Angga Mufajar Ritonga.

Banjir bandang atau Galodo dalam bahasa Minang telah menelan korban jiwa 40 orang di jembatan penghubung Padang- Bukittinggi itu.

Sekretaris Daerah Kota Padang Panjang, Sonny Budaya Putra, menyebutkan pada Jumat (12/12) sekitar pukul 16.00 WIB, satu jenazah korban banjir bandang di Jembatan Kembar kembali ditemukan atas nama dr Anastasya.

"Ditemukan sekitar pukul 16:00 sore ini, atas nama dr Anastasya. Pasangan suami istri yang sebelumnya dinyatakan hilang adalah dr Anastasya dan suami. Namun sampai saat ini suaminya belum ditemukan," ungkap Sekda di Posko Utama Tanggap Darurat Koramil 01 Padang Panjang seperti dilansir Antara, Minggu (14/12).

Baca Juga: Gubernur Sumbar Mahyeldi Batalkan Pernikahan Anak demi Fokus Tangani Bencana Sumatera

Sonny, menambahkan hingga saat ini di posko utama tercatat masih 33 orang yang dinyatakan hilang dan tim Gabungan masih berupaya melakukan pencarian dan penyisiran.

"Hingga saat ini jumlah data korban meninggal dunia sebanyak 40 orang terdiri dari 24 orang warga Kota Padang Panjang dan 16 warga luar Kota Padang Panjang,” katanya.

“Dan yang masih dinyatakan hilang sebanyak 33 orang," jelas Sonny lagi.

Pencarian Ipda Angga Dihentikan

Sementara itu, salah satu anggota Bhabinkamtibmas yang ikut melakukan pencarian Ipda Angga Fajar, Rajo Alam, mengatakan, Sabtu (13/12) adalah hari terakhir pencarian ipda Angga Mufajar.

Baca Juga: Aceh Dikepung Banjir Bandang 23 Daerah Terendam, Rusyidi Muktar Bongkar Fakta Mengejutkan: Bantuan 500 Ton Tertahan!

Selama dua pekan, pencarian dilakukan Tim Polda Riau dan Polres Kampar.

Teman Ipda Angga Mufajar ini menyampaikan permohonan maaf karena belum bisa membawa temannya ini pulang.

“Teruntuk mama Angga, abang, dan kakak Angga. Uni (kakak) kami, Uni Poppy. Kami telah berusaha sekuat tenaga, tapi Allah punya rencana indah dari apa yang kita harapkan,” kata Rajo Alam di akun Facebooknya, Minggu (14/12).

“Dan untuk Amy, istri Angga serta anak-anak Angga, maafkan Pak Bhabin ya tak bisa bawa Angga pulang. Percayalah seluruh upaya telah kami tempuh tapi Allah Azza Wa Jalla punya rencana lain,” ujarnya lagi.

“Untuk sahabatku Angga, ternyata kamu telah memilih jalanmu sendiri dengan ketentuan Rabb yang Maha Kuasa yang pastinya adalah tempat terbaik buatmu. Tenanglah di sisi-Nya kawan, ya Allah ampuni dosa sahabatku dan masukkanlah ke dalam surgamu,” ujar Rajo Alam.***