POJOKSATU.ID – Program Sekolah Rakyat (SR) yang digagas sebagai strategi miniatur pengentasan kemiskinan nasional menunjukkan perkembangan signifikan.

Hingga awal tahun 2026, inisiatif ini telah berhasil menjangkau belasan ribu siswa di seluruh Indonesia melalui jaringan sekolah rintisan yang tersebar di berbagai titik.

Menteri Sosial memaparkan bahwa model pendidikan ini merupakan implementasi dari gagasan Presiden Prabowo untuk memutus rantai kemiskinan secara sistematis.

Baca Juga: Sekolah Permanen Disiapkan Karena Progres Positif Sekolah Rakyat Terintegrasi di Tuban

Pertumbuhan program ini tercermin dari data statistik yang mencakup tenaga pendidik hingga sarana fisik yang tengah disiapkan pemerintah:

1. Jangkauan Wilayah: Saat ini telah berdiri 166 titik Sekolah Rakyat rintisan di berbagai wilayah.

2. Partisipasi Siswa: Lebih dari 15.000 anak dari keluarga prasejahtera telah terdaftar sebagai peserta didik.

3. Sumber Daya Manusia: Operasional program didukung oleh pengabdian sekitar 2.000 guru dan 4.000 tenaga kependidikan.

4. Pembangunan Permanen: Pemerintah tengah mempercepat pembangunan 104 Sekolah Rakyat permanen.

Baca Juga: Bansos Tak Kunjung Cair? Ternyata Anda Bisa Daftar dan Koreksi Data Sendiri!

Setiap gedung sekolah ini dirancang memiliki kapasitas besar yang mampu menampung hingga 1.000 siswa untuk jenjang pendidikan lengkap, mulai dari SD, SMP, hingga SMA.

Fokus utama dari ekspansi nasional ini bukan sekadar memberikan akses pendidikan formal, melainkan mengintegrasikan bantuan sosial dengan pemberdayaan ekonomi.

Program ini secara khusus menyasar masyarakat yang berada pada desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Sementara anak-anak menempuh pendidikan untuk memperbaiki karakter dan kompetensi, para orang tua diwajibkan mengikuti berbagai program pemberdayaan sosial dari pemerintah.

Harapannya, ketika siswa menyelesaikan masa sekolah, keluarga mereka juga telah siap untuk naik kelas menjadi keluarga yang lebih mandiri dan berdaya.***