POJOKSATU.id - Keamanan, kenyamanan, dan kelancaran transportasi selama musim Natal dan Tahun Baru.
Termasuk juga saat Lebaran dan hari-hari libur nasional lainnya yang berpotensi menyebabkan kemacetan dan ketidaknyamanan.
Serta, mengancam keselamatan para pengendara dan pengguna jasa transportasi, menjadi fokus utama dalam dunia perhubungan dan bagi para pemangku kepentingan.
Kementerian Perhubungan, sebagai regulator transportasi nasional, telah menunjukkan perhatian serius terhadap penyelenggaraan transportasi yang aman, nyaman, dan selamat, bahkan dalam kondisi "peak season."
Baca Juga: Persiapan Libur Nataru 2024, Tips Pemesanan Tiket Kereta Api dan Informasi Penting dari PT KAI
Tradisi lama yang menyaksikan antrean panjang kendaraan saat liburan Natal dan Tahun Baru, terutama di pelabuhan penyeberangan Kapal Ferry Jawa – Bali dan Banten – Lampung, kini mulai terkikis berkat kesiapan dan perencanaan manajemen transportasi oleh semua pihak yang terlibat.
Presiden Joko Widodo sendiri telah menegaskan pentingnya pelayanan transportasi selama liburan dalam rapat kabinet beberapa tahun lalu, dengan menekankan perlunya memastikan bahwa masyarakat merasa terlayani, aman, nyaman, dan selamat saat bepergian.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga mengambil inisiatif untuk mempersiapkan angkutan Natal dan Tahun Baru 2023/2024 dengan baik, dengan memerintahkan pengaturan lalu lintas yang lebih baik dan pelayanan yang memadai.
Keselenggaraan angkutan selama periode ini tidak hanya bergantung pada Kementerian Perhubungan, melainkan juga memerlukan kerjasama dan kolaborasi dari semua elemen terlibat.
Koordinasi yang baik antara Kementerian Perhubungan, anggota Komisi V DPR RI, dan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menjadi langkah awal dalam memastikan kesiapan penyelenggaraan angkutan Natal dan Tahun Baru.
Proyeksi puncak arus mudik dan balik pada 22 Desember 2023 hingga 2 Januari 2024 memerlukan perencanaan yang matang.
Kondisi pelabuhan penyeberangan, terutama Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk, menjadi fokus dalam koordinasi untuk meningkatkan layanan dan mengantisipasi lonjakan penumpang serta kendaraan.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Hendro Sugiatno, menekankan pentingnya evaluasi terhadap kecepatan waktu pemberangkatan kapal dan penyusunan skema layanan yang padat pada saat puncak arus.
Dalam upayanya untuk meningkatkan layanan, ASDP Indonesia Ferry berjanji untuk mempercepat proses layanan penjualan tiket, termasuk melibatkan platform lain selain Ferizy.
Sistem pemesanan tiket yang akan diperbarui diharapkan dapat memastikan distribusi penumpang dan kendaraan dengan lebih baik, mengurangi antrian di pelabuhan, dan meminimalkan gangguan selama layanan Natal dan Tahun Baru.
Dengan kerja sama dan koordinasi yang baik, diharapkan penyelenggaraan transportasi selama musim liburan ini dapat berjalan lancar, aman, nyaman, dan selamat bagi masyarakat yang melakukan perjalanan.***




