POJOKSATU.id, BANDUNG—Seolah menjadi firasat, beberapa jam sebelum longsor dan banjir bandang menerjang Desa Pasirlangu, Cisarua, salah satu warga di sana mengunggah status tak biasa.

Sekitar pukul 20.00 WIB, Jumat (23/1), keponakan Sutisna (52) bernama Gugun Sutardi (28) mengunggah status di media sosial ‘Datangnya Takdir Tak Bisa Dibendung’.

Lalu beberapa jam kemudian atau Sabtu dinihari (24/1) sekitar pukul 03.00 WIB, Kampung Babakan, Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat, diterjang banjir dan longsor.

Sutisna (52) mengungkapkan bahwa sejumlah anggota keluarganya belum ditemukan dan masih dinyatakan hilang.

Baca Juga: Dua Opsi Disiapkan Pemerintah bagi Warga Terdampak Bencana Longsor Pasirlangu Cisarua

“Saya masih harap-harap cemas menunggu keajaiban. Paman saya, Ade Jangkung (68), dan dua anaknya, Gugun Sutardi (28) serta Diana (24), sampai sekarang belum ditemukan,” ujar Sutisna, Minggu (245/1/2026).

Ia menuturkan, anggota keluarganya yang selamat sempat merasakan firasat tidak biasa sebelum peristiwa longsor terjadi.

“Beberapa waktu sebelum kejadian, terdengar suara tidak biasa di atap rumah keluarga kami di Pasirlangu. Seperti ada sesuatu yang bergerak atau tanah yang mulai bergeser,” katanya.

Bahkan, salah satu korban yang merupakan keponakannya yaitu Gugun Sutardi sempat mengunggah status di media sosial sebelum akhirnya hilang kontak akibat terputusnya aliran listrik di lokasi bencana.

“Korban sempat mengunggah status bertuliskan ‘Datangnya takdir tak bisa dibendung’ sekitar pukul 20.00 WIB. Seolah sudah ada firasat sebelum kejadian,” ucap Sutisna.

Baca Juga: Resmi Berlaku! Aturan Terbaru Seragam ASN Pemprov Kaltim Senin sampai Jumat yang Wajib Dipatuhi

Berdasarkan data sementara, sedikitnya 30 rumah warga terdampak longsor, dengan total 113 korban jiwa dari 34 kepala keluarga.

Hingga Minggu (25/1), sebanyak 9 orang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sementara 82 orang lagi dinyatakan masih hilang.

Longsor Dinihari Saat Tidur

Diketahui, tanah longsor disertai banjir bandang menerjang Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Sabtu (24/1/2026) sekitar pukul 03.00 WIB saat warga terlelap tidur.

Kejadian bermula ketika warga mendengar suara gemuruh keras yang datang dari arah perbukitan sekitar pukul 03.00 WIB.

Suara tersebut digambarkan mirip dentuman besar atau suara pesawat.

Dalam hitungan menit, gemuruh itu disusul oleh runtuhan tanah dalam skala besar yang membawa material batu, pohon, dan lumpur, berubah menjadi arus banjir bandang.

Material longsoran menimbun permukiman warga secara cepat dan brutal.

Sekitar 30 rumah warga di Kampung Babakan, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, dilaporkan tertimbun material longsor dengan kedalaman mencapai beberapa meter.

Banyak bangunan rusak berat hingga tak lagi terlihat bentuk aslinya.

Deni, seorang warga yang selamat, menceritakan detik-detik mengerikan saat kejadian.


“Kebetulan kalau rumah saya aman, cuma pas kejadian saya lagi bangun jadi mendengar ada gemuruh, terus tanah itu bergetar seperti gempa,” katanya.

Ia sempat melihat ke luar rumah, namun suasana gelap gulita membuatnya tidak bisa melihat apa-apa. Ia segera menyelamatkan anak dan istrinya.***