POJOKSATU.ID - Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda kembali menunjukkan peningkatan signifikan sejak Jumat malam hingga Sabtu pagi.

Gunung api aktif tersebut dilaporkan terus mengalami erupsi beruntun yang memuntahkan material vulkanik ke udara selama berjam-jam.

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat visual erupsi kali ini terlihat sangat spektakuler sekaligus menegangkan.

Semburan lava pijar yang keluar dari kawah gunung tersebut digambarkan membumbung tinggi hingga menyerupai fenomena air mancur api.

Baca Juga: Bukan Badai Matahari! Gangguan Magnet Bumi Terdeteksi Saat Bandung Diteror Dentuman Misterius!

Berdasarkan pemantauan intensif di lapangan, letupan erupsi pertama mulai terdeteksi pada Jumat malam pukul 23.07 WIB.

Aktivitas gejolak perut bumi ini terus berlangsung tanpa jeda hingga Sabtu pagi sekitar pukul 04.40 WIB.

Petugas yang bersiaga di Pos Pengamatan Gunung Api Pasauran Banten melaporkan terus mendengar suara gemuruh yang cukup keras dari arah laut.

Dentuman gelegar dan suara gemuruh tersebut terdengar secara berkala menyertai semburan lava pijar yang membakar langit malam.

Baca Juga: Kapan Gerhana Matahari Total 2027? Cek Tanggal dan Negara yang Masuk Jalur Totalitas

Kendati menunjukkan intensitas erupsi yang cukup tinggi dan terjadi dalam durasi panjang, status gunung tersebut masih ditahan pada tingkat tertentu.

Hingga saat ini Badan Geologi menetapkan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau tetap berada pada Level III dengan status Siaga.

Masyarakat dan para nelayan diimbau untuk tidak mendekati area kawasan rawan bencana dalam radius aman yang telah ditentukan.***