POJOKSATU.id – Stasiun Karet akan ditutup dan tidak lagi melayani penumpang KRL.

Sebagaimana disampaikan oleh Menteri BUMN Erick Thohir.

Erick menyatakan bahwa penutupan ini bertujuan untuk memperbaiki efisiensi ekosistem perkeretaapian.

Penutupan Stasiun Karet disebabkan lokasinya yang terlalu dekat dengan stasiun KRL lain, terutama BNI City.

Direktur Pengembangan Usaha dan Kelembagaan PT KAI, Rudi As Aturridha, memperkuat wacana penutupan tersebut.

Stasiun Karet sangat dekat dengan BNI City, sehingga penumpang bisa berjalan kaki ke Karet.

Baca Juga: Bocoran Ketegangan When The Phone Rings Episode 11: Baek Sa Eon Terpojok oleh Penculik!

Dengan adanya akses yang lebih langsung ke BNI City, diharapkan arus lalu lintas penumpang akan lebih lancar.

KAI masih menunggu keluarnya Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2025 untuk menentukan waktu penutupan tersebut.

Pemerintah dan KAI sedang mengkaji rencana agar kereta bandara berhenti di Stasiun Sudirman untuk optimalisasi sistem perkeretaapian.

Kebijakan ini bertujuan meningkatkan pengguna kereta bandara, dengan target 10 juta penumpang per tahun atau 20% dari total penumpang Bandara Soekarno-Hatta.

Saat ini, kereta bandara baru mengangkut sekitar 1,5 juta penumpang per tahun.

Baca Juga: Euforia Pergantian Tahun di Batavia PIK

Rudi juga mengungkapkan bahwa untuk mempermudah akses penumpang.

Kereta dari BNI City menuju Stasiun Sudirman akan dihentikan.

Sehingga penumpang dari LRT yang ingin menuju bandara tidak perlu lagi ke BNI City dan cukup berhenti di Sudirman.

Sistem harga dinamis dan progresif akan diterapkan untuk kereta bandara, dengan target waktu tempuh BNI City ke Bandara Soetta kurang dari 40 menit.***