POJOKSATU.id, JAKARTA-- Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi, berspekulasi bahwa pemanggilan Menhan Prabowo merupakan upaya Jokowi menekan laju Prabowo di Pilpres 2024.

Jokowi juga ingin memberi pesan kepada Megawati Soekarnoputri bahwa dirinya komitmen dengan PDIP dan tidak mengendorse Prabowo.

Diketahui, Menhan Prabowo mengusulkan perdamaian model baru di Ukraina pada saat pertemuan antara menteri pertahanan di Dialog Shangri-La pekan lalu di hotel Shangri-La, Singapura.

Rencana pemanggilan ini dianggap cawe-cawe politik sudah mulai dilakukan oleh Presiden Joko Widodo untuk Pilpres 2024.

Salah satu indikatornya adalah pengumuman akan memanggil Menteri Pertahanan Prabowo Subianto karena dianggap bertindak sendirian saat menyodorkan proposal perdamaian Rusia-Ukraina.

Apalagi, pengumuman Jokowi itu disaksikan langsung oleh Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan calon presiden dari banteng moncong putih, Ganjar Pranowo.

Muslim Arbi merasa bingung dengan apa yang disampaikan Jokowi tersebut.

Katanya, ada beragam tafsir yang bisa muncul. Terlebih, Jokowi pernah menekankan bahwa tidak ada kebijakan menteri. Porsi menteri hanya menjalankan kebijakan presiden.

“Apa yang dilakukan menteri harus sesuai dengan arahan presiden, menteri tidak bertindak sendiri, menteri menjalankan visi misi presiden," ujar Direktur Gerakan Perubahan ini, Rabu (7/6).

Muslim lantas berspekulasi bahwa pemanggilan tersebut merupakan upaya dari Jokowi untuk menekan laju Prabowo di Pilpres 2024.

Jokowi juga ingin memberi pesan kepada Megawati bahwa dirinya komitmen dengan PDIP dan tidak mengendorse Prabowo.

"Bisa jadi ini menjadi pembuktian Jokowi tidak lagi mengendorse Prabowo. Atau dengan kata lain, ini cara Jokowi cawe-cawe capres? Atau cara Jokowi menghambat Prabowo sebagai capres?" pungkas Muslim.

Diketahui, Menhan Prabowo mengusulkan perdamaian model baru di Ukraina.

Tiga langkah itu antara lain : lakukan genjatan senjata, ciptakan zona tanpa militer masing-masing sejauh 50 km, lakukan referendum di wilayah Ukraina yang sekarang dikuasai Rusia.

Semua itu, kata Prabowo, harus atas prakarsa Perserikatan Bangsa-bangsa.

"Jangan ada lagi perang. Bangsa Asia sudah kenyang menderita karena perang. Tanya Vietnam. Kamboja. Indonesia sendiri," kata Prabowo Subianto di Dialog Shangri-La pekan lalu di hotel Shangri-La, Singapura. (ikror/pojoksatu)