POJOKSATU.id, JAKARTA-- Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun, menyinggung sikap para menteri dan pejabat negara yang masih menunjukkan loyalitas ke Jokowi meskipun dia tak lagi presiden.

Menurut Refly Harun, menteri sowan ke Jokowi itu menunjukkan sikap tak sopan dan tak punya mono loyalitas kepada Presiden Prabowo.

"Dari sisi ketatanegaraan atau etika kenegaraan, kita bisa persoalkan itu. Menteri ke Jokowi itu tidak sopan karena mereka bukan pembantu Jokowi lagi, tetapi pembantu Prabowo,” tegas Refly dikutip dari kanal YouTube-nya, Senin, 21 April 2025.

“Ini menunjukkan tidak adanya mono loyalitas kepada Prabowo," jelasnya lagi.

Baca Juga: Try Sutrisno Beberkan Alasan Restui Wapres Gibran Dicopot, Sudah Siapkan Surat Wasiat ke Prabowo

Mengamati sikap menteri sowan ke rumah Jokowi, Prabowo diminta tidak melakukan pembiaran.

"Kalau ini terus dibiarkan, maka tatanan etika dan hukum kita bisa hancur," pungkasnya.

Fenomena menteri dan terbaru Sespimmen Polri yang sowan ke rumah Jokowi di Solo, menurut Refly bisa merusak sistem ketatanegaraan kita.

Sespimmen Calon Jenderal

Refly juga mengkritik sikap Jokowi yang masih memberi arahan kepada peserta didik Sespimmen Polri di rumahnya di Solo.

Sespimmen Polri merupakan program pendidikan bagi perwira menengah dengan pangkat Kompol dan AKBP.

Baca Juga: Bela HAK PENDIDIKAN bagi Perempuan, Kartini Hanya Lulus SEKOLAH DASAR, Dipingit Ayahnya Tapi DIBUKAKAN CELAH ke Dunia Luar, Ini Jejak Pendidikannya

Tujuannya adalah untuk mencetak calon pemimpin kepolisian dengan kemampuan manajerial tingkat menengah, integritas moral, wawasan kebangsaan, serta kepemimpinan strategis.

"Belum apa-apa mereka sudah tidak bisa membedakan bagaimana bernegara yang betul," katanya.

Menurutnya, para peserta Sespimmen adalah calon-calon jenderal yang berpotensi menjadi pemimpin bangsa.

Oleh karena itu, pendidikan yang mereka terima harus mencerminkan nilai-nilai ketatanegaraan kuat dan etis.

"Mereka enggak bisa datang ke rumah orang (sembarangan), apalagi orang tersebut sekarang sangat potensial bermasalah secara hukum, kan kacau jadinya," tegas Refly Harun.***