POJOKSATU.ID – Inilah sosok Yulia Wulandari, salah satu oknum guru SMAN 6 Garut, Jawa Barat.

Seperti diketahui, nama Yulia Wulandari belakangan ini tengah ramai jadi perbincangan khalayak ramai.

Dikarenakan, oknum guru SMAN 6 Garut tersebut dituding terlibat dalam kasus bunuh diri seorang siswa bernama Priya Nailuredha Thoriq (16).

Baca Juga: Kepsek SMAN 6 Garut Bantah Priya Nailuredha Thoriq Bunuh Diri Gegara Dibully

Yang mana, Yulia Wulandari diduga ikut melakukan aksi bullying terhadap korban semasa di sekolah.

Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform Facebook milik Mesa N Anggraeni.

“Usut tuntas kasus ini biar alm mendapatkan keadilan yang setimpal dan ini adalah foto guru SMAN 6 Garut yang bully anak didiknya sampai MD,” jelas di-caption.

Baca Juga: Tawuran Remaja Tewaskan Warga Cibubur, Polisi Buru Penyerang yang Diduga Warga Kranggan

Berdasarkan informasi dihimpun, Yulia yang dituding terlibat dalam aksi bullying ini diketahui merupakan wali murid korban.

Namun beberapa informasi beredar lainnya, guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tersebut justru tidak terlibat dalam aksi perundungan.

Sebab, Yulia disebut kerap kali membantu Priya dalam proses belajar secara akademik semasa sekolah.

Baca Juga: DOWNLOAD MODUL PPG Pedagogik 2025, PPG Angkatan II untuk Guru Agama Digelar September 2025, DIPERBARUI Sesuai Tuntutan Era Digital

“Yulia Wulandari, juga menyatakan bahwa sekolah telah berupaya membantu secara akademis,” jelas dikutip.

“Dan menjalin komunikasi rutin dengan orang tua,” lanjut laporan artikel yang dilansir Pojoksatu.id dari portal solobalapan.jawapos.com.

Lebih lanjut, terkait dugaan bullying ini pun turut ditanggapi oleh Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 6 Garut Dadang Mulyadi.

Baca Juga: Sosok Priya Nailuredha Thoriq, Siswa SMAN 6 Garut Meninggal Dunia Usai Bunuh Diri Diduga Gegara Sering Dibully

Yang mana, Dadang menjelaskan bahwa kematian korban murni dari permasalahan keterbatasan nilai akademik.

Sebab, Priya diketahui tidak menyelesaikan beberapa tugas dari sejumlah mata pelajaran yang dibebankan.

“Sebenarnya ini bermula karena yang bersangkutan tidak naik kelas. Disebabkan ada 7 nilai mata pelajaran itu tidak tuntas,” terangnya. ***

Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:

Versi Android/ Versi iOS

Untuk mendapatkan artikel melalui saluran Whatsapp Pojoksatu.id atau Fanpage Edugov Pojoksatu.id bisa klik link di bawah ini:

Channel Whatsapp/ Fanpage Edugov