POJOKSATU.ID – Inilah sosok Yubob Salim, Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 8 Sinjai, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Seperti diketahui, nama Yubob Salim belakangan ini tengah ramai jadi perhatian publik di media sosial.
Bukan tanpa sebab, hal ini terjadi usai dirinya baru saja dilaporkan ke Gubernur Sulsel terkait dugaan intimidasi.
Berdasarkan informasi dihimpun, laporan tersebut disampaikan langsung oleh mantan Kepsek SMAN 5 Sinjai, Aliyuddin.
Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial milik Yubob Salim pada Rabu (21/5/2025).
Dalam unggahannya, tampak jelas sosok Yubob kerap kali membagikan momen saat berada di SMAN 8 Sinjai.
Beberapa di antara postingan tersebut juga memperlihatkan Yubob tengah menghadiri suatu acara tertentu.
Tidak lain, acara tersebut disinyalir berkaitan dengan pekerjaannya sebagai Kepsek SMAN 8 Sinjai.
Namun, Yubob yang sering membagikan postingan mengenai suasana sekolah tempatnya mengajar ini justru ramai disorot publik.
Diketahui, ramainya publik menyoroti Kepsek SMAN 8 tersebut usai dirinya diduga melakukan intimidasi.
Yang mana, dugaan intimidasi itu disampaikan langsung oleh Aliyuddin selaku mantan Kepsek SMAN 5 Sinjai.
Berdasarkan informasi dihimpun, dugaan intimidasi ini timbul usai Kepsek SMAN 8 Sinjai diketahui memberikan data fingerprint para guru dari (7/2023) hingga (5/2024).
Baca Juga: Perkuat Layanan KA Srilelawangsa, PT Railink Tingkatkan Konektivitas Regional
Seperti diketahui, data awal absensi digital pada (7/2023) itu bertepatan dengan masuknya Aliyuddin sebagai tenaga pengajar di SMAN 8 Sinjai.
Atas laporan Kepsek SMAN 8 Sinjai, Aliyuddin dikabarkan mendapat sanksi disiplin yang diterima melalui SK Gubernur Sulsel.
“Manipulasi seperti ini berpotensi menyeret semua ASN ke masalah serius. Ini bentuk kekacauan administratif yang disengaja,” tutur Aliyuddin.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Beri Sindiran, Lebih Baik Gubernur Konten daripada Gubernur Molor dan Protokoler
Tidak hanya itu, Aliyuddin juga meminta pertolongan kepada pihak kepolisian dalam menangani perkara tersebut.
Berdasarkan informasi dihimpun, mantan Kepsek SMAN 5 Sinjai ini meminta tolong ke Polda Sulsel.
Diketahui, permintaan tolong tersebut tidak lain sebagai perlindungan dirinya atas dugaan intimidasi yang dilakukan Yubob. ***



