POJOKSATU.ID – Inilah sosok Sonny Pudjisasono, Produser Eksekutif Merah Putih One for All.

Seperti diketahui, nama Sonny Pudjisasono juga ikutan disorot imbas karyanya yang dinilai kontroversial.

Sebelumnya, Toto Soegriwo selaku produser Merah Putih One for All juga mengalami hal serupa dengannya.

Baca Juga: PAUD Terbukti Kurangi Perilaku Berisiko Remaja, Ayah Bunda, Simak Temuan Riset Universitas Tokyo

Tidak lain, kedua stakeholder ini disorot imbas karyanya yang dinilai berkualitas buruk, meski sudah gelontorkan dana Rp6,7 miliar.

Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform X milik @kegblgnunfaedh pada Senin (11/8/2025).

Dalam unggahannya, tampak ramai publik turut menghujat karya buatan “anak bangsa” tersebut.

Baca Juga: Info Terbaru untuk GURU: Dari Pencairan TPG TW3, Tambahan Tunjangan 2 Bulan, Hingga Nasib Honorer Non-Database Kontrak Habis 2025

Sebab, film animasi tersebut dituding terlalu terburu-buru lantaran digarap selama kurang lebih satu bulan.

Tidak heran, hasil film animasi Merah Putih One for All dinilai tidak cukup matang dari segi plot maupun visualisasinya.

“Kenapa sih harus memaksakan bikin film di waktu yg mepet? Kan bisa jadi agenda dulu dan direalisasikan tahun depan?,” cuit @pusngpalaaa.

Baca Juga: RS USU Buka Lowongan 111 Tenaga Kependidikan Tidak Tetap Tahun 2025, Cek Syarat dan Dokumen yang Wajib Disiapkan serta Formasi

“Penasaran ini rendernya pake aplikasi apaan yak, sejelek2nya maya atau 3dmax keknya gk mungkin begini,” ketik @Yungciut.

“Ini film horror terseram dalam sejarah film dengan grafik seadanya pemeran apa adanya,” cuit akun @Pejuangmalam77.

Berdasarkan informasi dihimpun, Merah Putih One for All merupakan film animasi yang bertemakan dengan Hari Kemerdekaan RI.

Baca Juga: ADAKSI Gelar Rakernas Perdana 2025 di Malang, Tegas Perjuangkan Hak Dosen ASN

Yang mana, film animasi tersebut sengaja dikemas untuk memperingati Hari Kemerdekaan RI yang ke-80.

Dengan sinopsis, perjuangan sejumlah anak daerah dalam menyelamatkan bendera merah putih yang hilang sebelum hari kemerdekaan.

“Film yang diketahui baru dikerjakan bulan Juni 2025 ini bercerita tentang delapan anak dari berbagai latar belakang budaya,” jelas dikutip.

Baca Juga: Tanggapan Produser Film Animasi Merah Putih One For All Tato Soegriwo Usai Dicibir: Komentator Lebih Pandai dari Pemain

“Menyelamatkan bendera merah putih pusaka yang hilang secara misterius tiga hari sebelum upacara kemerdekaan dimulai,” lanjut cuitan akun @movreview. ***

Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:

Versi Android/ Versi iOS

Untuk mendapatkan artikel melalui saluran Whatsapp Pojoksatu.id atau Fanpage Edugov Pojoksatu.id bisa klik link di bawah ini:

Channel Whatsapp/ Fanpage Edugov