POJOKSATU.ID – Inilah sosok Setia Budi Tarigan, disebut ayah Christiano Pengarapenta Tarigan.
Nama Setia Budi Tarigan ramai jadi sorotan publik usai diduga kuat ayah dari pelaku tewasnya mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM).
Seperti diketahui, Argo Ericko Achfandi selaku mahasiswa UGM dikabarkan telah tewas meninggal dunia.
Baca Juga: Tiga Juara Modifikasi Ubah Motor Listrik Honda Jadi Karya Futuristik di HDRP
Yang mana, dirinya berakhir meninggal dunia usai ditabrak oleh anak Setia Budi Tarigan menggunakan mobil.
Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform X milik @ilhampid pada Selasa (27/5/2025).
Dalam unggahannya, tampak jelas foto Setia Budi disebut sebagai ayah kandung sopir BMW tersebut.
Baca Juga: Panitia SNPMB 2025 Umumkan Hasil Seleksi Nasional SNBT, Cek Para Peserta yang Lolos
“Ayah dari christiano tarigan pembunuh argo mahasiswa FH UGM 24 #JUSTICEFORARGO,” jelas di-caption.
Diketahui, diseretnya nama ayah Christiano ini tidak lain usai diduga turut ikut campur dalam proses hukum anaknya.
Berdasarkan informasi beredar, Setia Budi disebut telah mempersiapkan beragam kuasa hukum untuk menangani kasus putranya.
Baca Juga: Sedang Berjalan, Abdul Mu'ti Sebut Belum Ada Laporan dari Penyelenggaraan SPMB 2025
“Denger denger dia siapkan pengacara seabrek demi bela anak nya yg mengendarai BMW dgn kecepatan tinggi dlm keadaan mabuk,” jelasnya.
Tidak hanya itu, dirinya juga dikatakan tengah berupaya membungkam suara orang tua korban kecelakaan tersebut.
Yang mana, hal itu dilakukannya dengan cara memberikan sejumlah uang sebanyak miliaran rupiah ke ibu kandung Argo.
Mengetahui dugaan ini, publik sontak mencecar latar belakang keluarga Christopen yang telah menyebabkan seorang meninggal dunia.
Usut punya usut, Setia Budi yang disebut telah mempersiapkan sejumlah kuasa hukum ini ternyata dikenal bukan sosok sembarangan.
Berdasarkan informasi dihimpun, dirinya merupakan seorang Direktur Operasional di perusahaan FIFGROUP.
Seperti diketahui, FIFGROUP (PT Federal International Finance) adalah anak perusahaan Astra International yang bergerak di bidang pembiayaan.
Hingga kini, publik masih terus menyoroti perkembangan kasus tersebut yang dinilai memiliki beragam kejanggalan. ***



