POJOKSATU.ID - Inilah sosok Serda Ambo Nasir dan Pratu Rendi, anggota Tentara Nasional Indonenesia (TNI).

Seperti diketahui, nama Serda Ambo Nasir dan Pratu Rendi ramai disorot publik usai tersandung kasus tindak pidana.

Yang mana, dua oknum polisi ini dituding jadi dalang pengeroyokan terhadap anggota polisi di Muna Barat (Mubar), Sulawesi Tenggara (Sultra).

Baca Juga: Nikmati Liburan Lebaran 2025 dengan BRImo: Transaksi Digital Makin Mudah Bebas Hambatan

Bukan main, korban yang berprofesi sebagai polisi aktif ini mendapatkan sekujur luka di bagian tubuh usai dianiaya oleh Serda Ambo Nasir dan Pratu Rendi.

Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform X milik @Heraloebss pada Selasa (1/4/2025).

Diketahui, insiden ini bermula ketika para anggota polisi telah selesai menjalankan tugas dengan mengamankan pawai takbiran di Tugu Rambutan pada Sabtu (29/3/2025).

 Baca Juga: Siapa Dua Oknum TNI di Mubar Sultra? Kini Ramai Disorot Usai Dituding Jadi Pelaku Pengeroyokan Anggota Polisi

Namun, beberapa warga dan diduga anggota TNI justru datang memancing keributan saat para aparat kepolisian hendak kembali ke markas.

Di mana, warga dan aparat TNI ini memancing perselisihan dengan cara menggeber sepeda motor di depan Polsek Tiworo Tengah.

“Saat kembali, beberapa warga yang diduga bersama dua oknum TNI memancing keributan dengan menggeber motor knalpot brong,” jelas dikutip.

Baca Juga: ANGKUTAN Lebaran 2025 : Jumlah Pemudik yang Menggunakan KAI Naik Mencapai 8 Persen Dibanding Tahun Lalu

Tidak hanya sekali, warga dan dua oknum TNI ini kembali melakukan aksinya sekitar pukul 23.00 WITA.

Oleh karena itu, salah satu anggota polisi Bripda H sontak mengambil sikap untuk mengamankan para pelaku.

Namun, hal mengenaskan justru terjadi ketika salah satu personel Polsek Tiworo Tengah itu mencoba melakukan pengamanan.

Baca Juga: Kronologi Kasus Bentrok Polisi vs TNI saat Malam Takbiran di Mubar Sultra, Diduga Gegara Suara Knalpot

Di mana, dirinya dianiaya hingga babak belur oleh Ambo dan Rendi yang arogan saat mengendarai sepeda motor.

“Akibat pemukulan itu, Bripda H mengalami pendarahan di hidung hingga harus dilarikan ke Puskesmas Tiworo Kepulauan (Tikep),” pungkasnya.

Mengetahui pertikaian tersebut, Kapolsek Tiworo Tengah Ipda M Saleh sontak mengamankan anggotanya.

Baca Juga: Libur Lebaran 2025, Dedi Mulyadi: Jangan Hanya Fokus ke Uang Tiket, Persiapakan Infrastruktur dan Keamanan

Tidak sampai di situ, pertikaian ini terus berlanjut saat anggota polisi lainnya Briptu RS mencoba mengamankan situasi.

Namun, lagi-lagi hal mengenaskan justru menimpa rekan Bripda H yang juga berakhir menjadi korban pengeroyokan.

“Briptu RS, anggota Polsek Tiworo Tengah yang lain, mencoba melerai,” jelas dikutip dari unggahan.  

Baca Juga: Urai Kemacetan Arus Balik Lebaran 2025, Sistem One Way Dimulai Tanggal 6 April dari Tol Kalikangkung Hingga Cikampek

“Briptu RS justru dipukul pada kepala bagian belakang oleh salah satu oknum TNI bernama Pratu Rendi,” lanjutnya.

Mengetahui hal tersebut, salah satu personel Brimob Polda Sultra Bripda AMP juga turut melibatkan diri.

Sebab, pertikaian yang terjadi di depan Polsek Tiworo Tengah ini tidak jauh dari lokasi rumahnya.

Baca Juga: April TPG Belum Cair atau Info GTK masih Belum Valid? Baca Cerita Perubahan Kode Cuma 10 Hari Ini!

Namun, hal mengenaskan justru terjadi saat Bripda AMP tengah dalam perjalanan menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Yang mana, dirinya tiba-tiba dianiaya saat berselisihan dengan salah satu oknum TNI bernama Ambo.

Padahal, personel Brimob Polda Sultra itu telah berupaya menegur pelaku dengan cara yang baik.

Baca Juga: Update Progres Penetapan NIP CPNS Berlanjut Meski Momen Idul Fitri Langsung Cek MOLA BKN Sekarang!

Bripda AMP bertemu Serda AN, salah satu oknum TNI yang diduga terlibat pemukulan,” jelasnya.

“Bripda AMP menegur Serda Ambo Nasir, tetapi justru dipukul di bagian kepala,” lanjut yang dikutip.

Tidak senang dengan perlakuan tersebut, Bripda AMP sontak melancarkan serangan balik terhadap oknum TNI.

Baca Juga: Tragedi Maut di Pamulang Momen Idul Fitri, Dua Nyawa Melayang dan Belasan Luka-Luka

Namun, dirinya justru diserang balik oleh Serda AN yang turut dibantu oleh salah satu oknum TNI lainnya.

Alhasil, personel Brimob Polda Sultra itu mendapatkan sekujur luka di bagian wajah usai jadi korban penganiayaan.

“Bripda AMP kembali dipukul pada bagian mulut oleh Serda Ambo Nasir diikuti pukulan dari Pratu Rendi,” jelasnya.

Baca Juga: Tas Lebaran

Mengetahui hal ini, Danrem 143 Halu Oleo, Brigjen TNI R Wahyu Sugiarto turut menanggapi kasus tersebut.

Wahyu menuturkan bahwa insiden pengeoroyokan ini tidak lain hanya sebatas kesalahpahaman belaka.

Danrem 143 Halu Oleo ini juga menambahkan bahwa oknum TNI yang terlibat justru hendak melerai pertikaian.

Baca Juga: Mulai April! Shopee Hentikan Layanan Pengiriman J&T Express Mulai April 2025

“Hasil pemeriksaannya ternyata tidak seperti itu, hanya salah paham. Mereka kawan SMA. Anggota dari Kodim Kendari itu justru melerai anggota dari Sulawesi Tengah,” jelasnya. ***