POJOKSATU.id, DEPOK—Sosok Saepullah alias Saepul (26) mulai terungkap usai korban Kunaefi (51) yang dihabisi dan dimutilasinya di Pancoran Mas Depok mulai terindentifikasi polisi.

Pelaku dan korban Kunaefi (51) berkenalan melalui media sosial hanya beberapa hari sebelum kejadian. Polisi mendalami dugaan pelaku atau korban merupakan penyuka sesama jenis.

Saepul merupakan seorang pedagang pisang cokelat (piscok) gerobak yang sering mangkal di kawasan Stasiun Pondok Cina (Pocin) Kota Depok.

Baca Juga: Pelaku Mutilasi Depok Ditangkap Subdit Resmob Polda Metro Jaya, Pelakunya Diduga Gay

Usai membunuh dan memutilasi korban, pelaku juga membawa kabur sepeda motor milik korban dan menjualnya di Panimbang, Banten.

Korban Kunaefi merupakan warga Bojong, Kelurahan Pondok Terong, Kecamatan Cipayung, Kota Depok.

Sementara pelaku merupakan warga Jalan Belimbing, Cipayung, Kota Depok.

Pengakuan Pelaku

Saat diinterogasi penyidik usai ditangkap, Saepullah mengaku melakukan aksi tersebut seorang diri, mulai dari penganiayaan hingga upaya membuang bagian tubuh korban.

Baca Juga: Kasus Mutilasi Pancoran Mas Terpecahkan, Pelaku Saepul, Korban Kunaefi, Motif Diduga Pencurian

Kepada polisi, Saepullah menyebut peristiwa itu terjadi di kontrakannya yang berada di Jalan Belimbing, Cipayung, Kota Depok.

Ditanya soal hubungannya dengan Kunaefi apakah ada pacaran, Saepullah langsung mengelak.

"Eh enggak bukan pacar," kata Saepullah.


Saepullah mengatakan berkenalan dengan Kunaefi di media sosial. Kunaefi lalu datang ke rumah kontrakan Saepullah pada Kamis (23/7/2026).

Saepullah mengaku awalnya hanya ingin ditemani berbincang karena tidak memiliki teman di tempat tinggalnya itu.

"Karena tadinya kan dia main ke rumah, terus saya cuma butuh teman buat ngobrol aja. Karena emang teman kontrakanku enggak ada juga, karena dia sudah terakhir ngontrak di situ, enggak lanjut," kata Saepullah.

Menurut Saepullah, dia emosi dan pertengkaran terjadi karena korban memegang atau meraba-raba dirinya.

"Terus kan, tadinya cuma butuh teman, dia pegang-pegang saya, terus saya berontak dong. Saya berontak terus dia kayak nampar saya," jelasnya.

Ia mengklaim terjadi aksi saling dorong hingga korban mendorong dirinya di area tangga rumah kontrakan dua lantai tersebut.

Setelah itu, Saepullah mengaku mengambil pisau dari dapur dan melukai korban. Pergumulan terjadi antara korban dan pelaku yang berujung pelaku menusuk perut korban hingga tewas.***