POJOKSATU.ID - Inilah sosok Ramli, Kepala Sekolah (Kepsek) SD Negeri 20 Banda Aceh yang ramai disorot.

Seperti diketahui, nama Ramli tengah hangat jadi perbincangan publik usai dirinya baru saja jadi korban penipuan digital (phishing).

Di mana, Kepsek SD Negeri 20 Banda Aceh ini ditipu oleh seseorang yang mengaku dari instansi perpajakan melalui WhatsApp.

Baca Juga: Profil Sekilas Ramli, Kepsek SD Negeri 20 Banda Aceh Rugi Rp148 Juta Usai Jadi Korban Phishing

Berdasarkan informasi dihimpun, total kerugian yang dialami Ramli dalam insiden tersebut disinyalir sebanyak Rp148 juta.

Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari beberapa akun media sosial platform Instagram pada Selasa (10/6/2025).

Dari cuitan beberapa akun, mereka tampak menyoroti kasus yang telah menimpa Kepsek SD Negeri 20 Banda Aceh tersebut.

Baca Juga: UPDATE 10 Juni 2025: Guru ASN dan Non ASN Kode 02 Siap-siap Ada Penarikan Data, TPG Triwulan I Segera Cair!

Bahkan, beberapa di antaranya mengaku sempat mengalami hal serupa dengan kedok yang sama.

“Mengatasnamakan kantor pajak memang banyak, awal menghubungi dia yang konfirmasi sendiri,” cuit @nvtursina.

“Dengan data valide kita dan sangat valid memang kayak identitas diri, no KTP, alamat, tempat tanggal lahir,” lanjutnya.

Baca Juga: Kronologi Kasus Ramli, Kepsek SD Negeri 20 Banda Aceh Jadi Korban Phishing, Saldo Rp148 Juta Raib

“Wjar aja terkecoh, mereka tau data2 kita, apalagi bapak2 yg ga curigaan. Kenapa semudah itu ya penpu dapat data kita,” ketik @desimulyani96.

“Kalo memang yg tlp kantor pajak lgsung aja kekantor pajak, kalo mengaku dr taspen konfirmasi ke kantor taspen,” lanjut cuitan akun @naizamalik.

Diketahui, kasus ini bermula ketika Ramli mendapatkan sebuah pesan oleh seseorang yang mengaku berasal dari instasni perpajakan.

Baca Juga: Juni Ceria Bagi Guru ASN: Gaji ke 13, dan Tambahan TPG Segera Cair!

Yang mana, orang tersebut meminta Kepsek SD Negeri 20 Banda Aceh itu untuk melakukan verifikasi data Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) pada Sabtu (30/5/2025).

Permintaan verifikasi itu disampaikan pelaku tindak pidana ini melalui platform digital WhatsApp.

Tanpa berpikir panjang, Ramli sontak menyetujui dan mengikuti instruksi yang diberikan oleh pelaku phishing tersebut.

Baca Juga: Takut Autentifikasi TASPEN Terkendala, Ikuti Langkah-Langkah Ini!Baca Juga: Takut Autentifikasi TASPEN Terkendala, Ikuti Langkah-Langkah Ini!

Alhasil, Kepsek SD Negeri 20 Banda Aceh yang mengikuti rangkaian proses tersebut mendadak mengalami kerugian.

Sebab, saldo di rekening Ramli sebesar Rp148 juta tiba-tiba hilang tanpa jejak tidak lama usai dirinya mengikuti modus penipuan tersebut. ***