POJOKSATU.id, YOGYAKARTA—Mantan Dosen Pembimbing Akademik Jokowi di UGM, Ir Kasmudjo, mengungkap yang menjadi dosen pembimbing skripsi Jokowi adalah Prof Sumitro.
Profesor Sumitro atau Ahmad Sumitro Purwodipoero ternyata bukan orang sembarangan di UGM. Prof Sumitro adalah Guru Besar emeritus di Fakultas Kehutanan UGM.
Dari data yang diambil Pojoksatu.id dari laman resmi UGM di UGM.ac.id, Prof Dr Ir Achmad Sumitro Purwodipoero, tutup usia pada hari Senin, 21 September 2009 di RSUP Sardjito, Yogyakarta. Dan dimakamkan esok harinya di pemakaman keluarga besar UGM, Sawitsari.
Baca Juga: Tiga Orang Pakar yang Obok-obok Ijazah Jokowi Ternyata Alumni UGM, Ini Profil Mereka
Guru Besar UGM ini meninggal dalam usia 74 tahun. Dia juga mantan Dekan Fakultas Kehutanan UGM.
Sebelumnya, jenazah almarhum disemayamkan di Balairung UGM untuk mendapatkan penghormatan terakhir.
Prof Sumitro lahir di Jakarta, 2 Desember 1935. Dalam karirnya, pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Kehutanan UGM selama tiga periode berturut turut, 1977-1988.
Jokowi Temui Kasmudjo
Presiden Ketujuh RI Joko Widodo menemui mantan dosen pembimbing akademiknya Ir Kasmudjo di rumahnya di Pogung Kidul, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Selasa (13/05/2025).
Baca Juga: Saksi Kasus Ijazah Jokowi Dicecar 50 Pertanyaan Sampai Alami Kelelahan, Diperiksa Pagi Hingga Malam
Di dalam pertemuan tersebut, diungkapkan Kasmudjo, Joko Widodo tidak membahas terkait dengan ijazah.
Ir Kasmudjo yang kini berusia 75 tahun itu mengatakan pertemuan dengan Joko Widodo di rumahnya tersebut berlangsung sekitar 45 menit.
Selama pertemuan tersebut, Joko Widodo tidak membahas mengenai ijazah saat berkuliah di UGM.
"Nggak ada (obrolan soal ijazah), nggak sama sekali," ujar Kasmudjo saat ditemui wartawan di kediamannya, Rabu (14/5).
Baca Juga: UGM Tak Gentar Siap Hadapi Semua Gugatan Ijazah Jokowi di Pengadilan, Sidang Pertama 22 Mei
Dia pun menegaskan, dirinya bukan pembimbing skripsi Jokowi dan tidak pernah melihat skripsi Jokowi.
Kasmudjo menyampaikan tidak mengetahui terkait dengan ijazah Joko Widodo. Sehingga dirinya tidak dapat bercerita soal ijazah Jokowi.
Dia menyebut, yang menjadi pembimbing skripsi Joko Widodo adalah Prof Sumitro.
"Mengenai ijazah, saya paling tidak bisa cerita. Karena saya tidak membimbing, tidak mengetahui. Prosesnya dan pembimbingnya itu Prof Sumitro, pembantunya ada sendiri, yang menguji ada sendiri," ungkapnya.
Kasmudjo mengungkap dia pensiun menjadi dosen tahun 2014 lalu dari Departemen Teknologi Hasil Hutan Fakultas Kehutanan UGM.***




