POJOKSATU.ID – Inilah sosok Kurniawati, Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 9 Tambun Selatan, Jawa Barat.

Seperti diketahui, nama Kurniawati belakangan ini tengah ramai jadi sorotan publik di media sosial.

Bukan tanpa sebab, hal ini terjadi usai Kepsek SMAN 9 Tambun Selatan itu didemo oleh ratusan siswa.

Baca Juga: Sosok Almuzzammil Yusuf Terpilih Presiden PKS 2025–2030, Doktor dari Universitas Indonesia

Yang mana, didemonya Kurniawati ini selaku pimpinan sekolah tidak lain lantaran diduga melakukan pungutan liar (pungli).

Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform Instagram milik @infotambun pada Rabu (6/4/2025).

Dalam unggahannya, sosok pimpinan sekolah SMAN 9 Tambunan tersebur telah ramai disorot publik.

Baca Juga: BERAPA Lama Hasil Verifikasi SPTJM PPG Guru Tertentu Tahun 2025 Muncul di Info GTK setelah Proses Pengunggahan?

Beberapa di antaranya bahkan turut menghujat Kurniawati lantaran tidak pantas menjadi sosok kepsek.

“Puluhan siswa SMAN 9 Tambun Selatan siang ini melakukan demo ke Kepala Sekolah,” jelas di-caption.

“Nah gini dong. Saat kepsek nyontohin korup, anak-anak yang masih punya waras bereaksi,” ketik @kusma_bintari.

Baca Juga: Fitur Sederhana, Perlindungan Maksimal: Ini Keunggulan Tersembunyi dari Motor Honda

“Pungli juga tuh harus dihapuskan, masih aja ada modus uang gedung dan pembayaran melalui komite sekolah,” cuit @maayrahma85.

“Siswa sudah mulai berpikir kritis, Kepala sekolah ketar-ketir,” lanjut ketikan akun @faturerzorath di kolom komentar.

Lebih lanjut, kasus ini juga turut ditanggapi langsung oleh salah satu murid kelas XI SMAN 9 Tambun Selatan dengan inisial RP.

Baca Juga: CATAT! Pencairan TPG Triwulan II Bagi Guru ASN dan Non ASN Dipastikan Berbeda! Ini Penyebab Utamanya!

Dalam pengakuannya, RP mengungkapkan dugaan pungli itu mencuat usai tidak adanya pembaharuan kondisi fisik sekolah.

Padahal, orang tua RP kerap kali membayar iuran pembangunan sesuai instruksi sekolah sebesar Rp500 ribu.

“Katanya untuk gedung. Tapi sampai sekarang masih begini-gini saja. Orangtua saya sudah bayar setiap tahun Rp500 ribu,” ucapnya.

Baca Juga: Soroti Pendirian Sekolah Unggulan di Medan, Rico Waas: Perhatikan Fasilitas dan Pembentukan Karakter Anak Sejak Dini

“Kayak wastafel tuh banyak yang mati atau bagaimana, begitu. Wastafel banyak yang rusak," lanjutnya yang dikutip dari portal Pojoksatu.id. ***