POJOKSATU.id, JAKARTA—Sosok Kolonel Corps Peralatan (Cpl) Antonius Hermawan ST MM yang gugur dalam ledakan amunisi kedaluwarsa di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Senin (12/5), ternyata alumni Akmil 1997.

Kolonel Cpl Antonius Hermawan, Kepala Puspalad atau Kepala Gudang TNI AD menjadi korban ledakan amunisi kedaluwarsa yang mau dimusnahkan.

Sebagai alumni Akmil 1997, teman-teman dari Kolonel Antonius sudah banyak yang meraih pangkat jenderal.

Antonius Hermawan merupakan lulusan Akmil 1997. Dari sisi kepangkatan, dia kalah dengan beberapa alumni Akmil 1997 lainnya.

Baca Juga: Penyebab Warga Sipil Tewas saat Ledakan di Garut, Diduga Gegara Ambil Sisa Amunisi

Adapun 18 alumni Akademi Militer 1997 sudah menyandang pangkat Brigadir Jenderal (Brigjen) dan Mayor Jenderal (Mayjen). Rinciannya dua Mayjen dan 16 berpangkat Brigjen.

Akmil 1997 memiliki nama angkatan Bataliyon Wirasakti. Adapun nama-nama jenderal dari Akmil 1997 antara lain Mayjen Rudy Saladin (mantan Setmilpres era Jokowi).

Lalu Mayjen Achiruddin Darojat, kemudian Brigjen Edwin Adrian Sumantha, Brigjen Yudha Airlangga, Brigjen Benyamin, Brigjen Adek Chandra Kurniawan, Brigjen Riksani Gumay.

Baca Juga: Ledakan Dahsyat di Lokasi Pemusnahan Bom Garut, Begini Kesaksian Warga

Kemudian Brigjen Agus Isrok (anak mantan KSAD), Brigjen Jamaluddin, Brigjen M Andy Kusuma, Brigjen Ahmad Fikri Musmar, Brigjen Krido Pramono, Brigjen Kristomei Sianturi, Brigjen M Tohir, Brigjen Tugino, Brigjen Putra Widyawinaya, Brigjen Benny Mutiha, Brigjen Maychel Asmi.

Kepala Puspalad TNI AD

Kolonel Cpl Antonius Hermawan saat ini menjabat sebagai Kepala Gudang Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad) yang berlokasi di Matraman Jakarta Timur.

Antonius pernah menjabat sebagai Kapaldam XVI/Pattimura. Ia juga pernah menjabat sebagai Kasubbag Pampersmat Bagpam Roum Setjen.

Kolonel Antonius menikah dengan Ira Antonius.

Adapun penyebab ledakan di Garut masih didalami TNI. Pihak TNI menyebut kejadian ini menyebabkan 13 orang kehilangan nyawa. Insiden ini menewaskan 4 anggota TNI serta 9 warga sipil.

Baca Juga: Profil Kolonel Antonius Hermawan, Kepala Gudang Puspalad Tewas Usai Terkena Ledakan Pemusnahan Amunisi di Garut

Selain Kolonel Antonius, 3 prajurit TNI AD lainnya gugur dalam kejadian ini yaitu Mayor Anda Rohanda, Kopda Eri Dwi Priambodo, serta Pratu Aprio Setiawan.

Ledakan yang menewaskan 4 anggota TNI AD ini terjadi saat pemusnahan amunisi kedaluwarsa berlangsung.

Selidiki Penyebab Ledakan

Kapuspen TNI Brigjen Kristomei Sianturi menegaskan keempat prajurit TNI AD akan disemayamkan di Puspalad Jakarta Timur.

Sedangkan 9 warga sipil yang meninggal dunia akan dikembalikan ke keluarga untuk dimakamkan, dibantu oleh aparat terkait.

Baca Juga: Usai Dihujat Gegara Busana Terbuka di Pernikahan Luna Maya, Olla Ramlan Hapus Unggahan IG, Tersisa 12 Postingan 2017, Diduga Bakal Umumkan Lepas Hijab

"Nanti kita lihat kenapa hal ini bisa terjadi. Apakah setelah ledakan pertama dianggap sudah selesai, ternyata masih ada munisi yang belum meledak atau karena belum terdetonasi sehingga bisa menimbulkan adanya susulan, setelah mungkin kepala gudangnya mendekat, masyarakat mendekat," tuturnya.

"Ini nanti kita akan dalami kenapa hal itu bisa terjadi. Kepala gudangnya kan juga ikut gugur dalam peristiwa ini," imbuh Kristomei.

Kristomei menegaskan lokasi pemusnahan amunisi TNI yang tidak layak pakai itu sudah sesuai aturan.

Lahan tersebut milik Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kabupaten Garut yang memang selama ini dipakai untuk pemusnahan amunisi kedaluwarsa milik TNI AD.***