POJOKSATU.id, MAKASSAR— Iptu Dr Nasrullah Muntu, sosok polisi penyelamat balita Bilqis Ramadhani (4) yang diculik di Makassar dan ditemukan di Jambi, ternyata hafiz Al Quran.
Sosok polisi penghapal Quran ini ternyata lulusan pondok pesantren dan sering bertemu dengan ulama seperti Ustad Abdul Somad (UAS), Dasad Latif dan ulama lainnya.
Melalui akun Instagram miliknya @ullahzld_was, terlihat akun ini memposting ulang unggahan video yang berisi pertemuan antara UAS dengan Iptu Dr Nasrullah yang diunggah akun @esrawisataa.
Selain video, ada narasi dalam video ini yang menceritakan mengenai sosok Iptu Nasrullah Muntu yang saat ini menjabat sebagai Kanit Reskrim Polsek Panakkukang, Makassar.
“Di tengah rasa cemas dan doa yang terus terpanjat dari hati masyarakat Indonesia, khususnya warga Makassar, upaya pencarian Bilqis, anak kecil yang belakangan ini viral menjadi korban penculikan, menghadirkan satu sosok polisi yang membuat publik terenyuh dan kembali percaya, bahwa aparatur penegak hukum tidak hanya mengandalkan kecerdasan dan keberanian, tetapi juga keimanan,” kata narasi dalam postingan ini.
Iptu Dr Nasrullah, Amd Kep, SE, MH, nama lengkapnya adalah seorang hafiz Al-Qur’an dan alumni pesantren, yang kini mengemban amanah sebagai Kanit Reskrim Polsek Panakkukang, Makassar.
Kebanggaan Bertemu Ulama
Baru-baru ini, Nasrullah juga bersyukur dapat bersua dengan sosok ulama panutan umat, Tuan Guru Ustadz Abdul Somad (UAS).
Baca Juga: Deadline Malam Ini! 87.632 Lowongan Magang Nasional 2025 Batch 2 Siap Diperebutkan
Pertemuan itu baginya bukan hanya kehormatan, tetapi penguat semangat perjuangan.
“Senang sekali bisa bertemu ulama teladan kami, Tuan Guru Ustadz Abdul Somad. Nasehat beliau menjadi motivasi bagi kami untuk terus berjuang menolong masyarakat,” ungkap Nasrullah dikutip dari narasi Instagram ini.
Keberadaan UAS yang senantiasa mendoakan kebaikan negeri ini membuat para penegak keadilan merasa tidak pernah sendirian dalam perjuangan.
“Mari terus berdoa, Semoga setiap langkah aparat kepolisian menjadi saksi kebaikan di sisi Allah SWT. Amin.
Menurut narasi postingan ini, pagi, siang, bahkan larut malam, tim yang dipimpin Dr Nasrullah terus berkeliling, memeriksa CCTV, mengumpulkan keterangan saksi, dan menelusuri titik-titik rawan.
Tidak ada kata lelah, selama masih ada kesempatan menyelamatkan Bilqis dan memulangkan senyumnya ke pangkuan sang ibu.
“Meminta kepada Allah tunjukkan jalan,” ungkapnya.
Di balik seragam dan tugas berat seorang Kanit Reskrim, Nasrullah menyimpan nilai-nilai luhur pesantren: Kesabaran, Kejujuran, Keikhlasan.
Ia ingin menjadi contoh bahwa polisi bukan selalu tentang sorotan lampu rotator dan borgol, melainkan juga pelindung dan sahabat masyarakat.***




