POJOKSATU.id, JAKARTA – Ditres Siber Polda Metro Jaya mengungkap sosok hacker Bjorka yang fenomenal dan sempat menyita perhatian publik dengan publikasi datanya ternyata tak lulus SMK.
Sosok hacker yang membuat wajah dalam dua rupa ini dalam akunnya di X ternyata masih muda 22 tahun dan berdomisili jauh dari Ibu Kota Jakarta, tepatnya di Minahasa, Sulawesi Utara.
Tentu kebenaran siapa sosok hacker Bjorka ini hanya pria berinisial WFT ini yang tahu dan tentu saja polisi.
Baca Juga: Rumor Kenaikan Gaji ASN dan Pensiunan Sebesar 16 Persen, Fakta atau Sekadar Janji?
Kasubdit IV Ditres Siber Polda Metro Jaya, AKBP Herman Edco Wijaya mengatakan pria berinisial WFT yang diduga Bjorka bukan seorang ahli IT dan tidak lulus SMK.
“Jadi yang bersangkutan ini bukan ahli IT, jadi hanya orang yang tidak lulus SMK. Namun, sehari-hari secara ototidak dia selalu mempelajari IT. Dia mempelajari IT melalui komunitas-komunitas media sosial,” ujar AKBP Herman di Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Kamis (2/10/2025).
Pelaku WFT ditangkap pada Selasa (23/9) lalu di Desa Totolan, Kakas Barat, Minahasa, Sulut.
Baca Juga: Peretasan YouTube Taemin SHINee Berbuntut Panjang, Agensi Temput Jalur Hukum Tangkap Hacker
Pengungkapan bermula dari laporan salah satu bank terkait akses ilegal. Pelaku yang menggunakan akun X @bjorkanesiaa mengklaim telah meretas 4,9 juta akun nasabah bank itu.
Kejadian 2022 Lalu
Ruang digital kembali digemparkan oleh kehadiran hacker Bjorka pada September tahun 2022 lalu.
Hacker tersebut mengunggah data transaksi surat berlabel rahasia, tahun 2019-2021, dari Badan Intelijen Negara (BIN) (@binofficial_ri) kepada Presiden @jokowi.
Sepekan kemudian, Bjorka mengumbar data pribadi sejumlah pejabat yakni Ketua DPR Puan Maharani, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate, serta Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Semuel Abrijani Pangerapan.
Alfons Tanujaya, Pakar Keamanan Siber Vaksincom mengatakan, data yang bocor adalah log data surat menyurat kepresidenan, yang kemungkinan berasal dari Kementerian Sekretariat Negara RI.
Namun, tidak dapat dipastikan log itu merupakan informasi rahasia atau tidak.
Menanggapi isu ini, Kepala Sekretariat Presiden (@sekretariat.kabinet) Heru Budi Hartono, membantah adanya kebocoran data pemerintah RI di internet.
Sebelumnya, Bjorka juga sempat menjadi dalang dugaan kebocoran 1,3 miliar data SIM card, hingga data pelanggan PLN.***




