POJOKSATU.id, BEKASI—Sosok guru Nurlaela, korban meninggal kecelakaan kereta di dekat Stasiun Bekasi Timur merupakan guru yang bertugas di SD Negeri Pulogebang 11 Jakarta Timur.
Atas dedikasi dan pengabdiannya, Badan Kepegawaian Negara (BKN) memberikan kenaikan pangkat anumerta kepada Nurlaela.
Nurlaela dianggap meninggal dalam tugas dalam perjalanan pulang dari tempat kerjanya ke rumah.
Baca Juga: Dirut PT KAI dan Menko Infratruktur Tak Setuju Usulan Menteri PPPA Soal Gerbong Wanita Dipindah
Korban telah mengabdi selama tujuh tahun di SDN Pulogebang 11. Setiap hari ia berangkat dari rumahnya di Kampung Ceger, Desa Tanjungsari, Kecamatan Cikarang Timur.
Pada malam kecelakaan, Senin (27/4), keluarga sangat cemas setelah mendapat kabar KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek bertabrakan.
Mereka berusaha menghubungi Nurlaela, namun ibu satu anak itu tidak menjawab. Dari balik telepon, terdengar suara orang lain yang menjawab panggilan tersebut dan mengaku sebagai petugas kereta api.
Baca Juga: 8 Perjalanan Kereta dari Pasar Senen dan Gambir Dibatalkan Hari Ini, Ini Daftarnya
Sang paman, Mulyadi, langsung bergerak menuju Stasiun Bekasi Timur.
“Dijemput ke sana, ternyata sudah meninggal. Sampai rumah duka sekitar jam tiga pagi,” kata Mulyadi yang tak bisa menyembunyikan kesedihan atas meninggalnya keponakannya.
Tiga bulan sebelum wafat, korban baru saja menyelesaikan pendidikan S2 di Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
“Dia pekerja yang ulet, enggak banyak bicara, benar-benar pekerja keras,” kata Mulyadi.
Selain menjadi guru, Nurlaela juga dipercaya mengemban tugas tambahan sebagai bendahara sekolah dan pengelola perpustakaan di SDN Pulogebang 11.
Kenaikan Pangkat Anumerta
Badan Kepegawaian Negara (BKN) memberikan kenaikan pangkat anumerta kepada Nurlaela. BKN menyampaikan ini melalui akun resmi media sosialnya.
“Selamat jalan, Ibu Nurlaela. ASN Guru hebat yang berpulang dalam tugas. Penghargaan tertinggi, kenaikan pangkat anumerta, dan hak keluarga telah diproses. Semoga keluarga diberikan ketabahan,”kata akun Facebook @Badan Kepegawaian Negara Republik Indonesia, Rabu (29/4).
Disebutkan akun ini, BKN juga menyatakan duka cita mendalam bagi seluruh korban yang meninggal dalam insiden ini.
Sementara itu, Kepala BKN, Prof Zudan, mengatakan pihaknya langsung berkoordinasi dengan PT Taspen guna memastikan hak ASN yang terdampak dapat terpenuhi sesuai ketentuan manajemen ASN.
Ia memastikan komitmen negara dalam memberikan perlindungan dan penghargaan kepada ASN yang menjadi korban dalam insiden ini.
"Sebagai Kepala BKN, saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya ASN dalam insiden ini. Negara akan memastikan korban mendapatkan penghargaan sepantasnya atas dedikasi dan pengabdiannya," kata Zudan dalam keterangan tertulis, Rabu (29/4/2026)
BKN menetapkan pegawai ASN yang menjadi korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur memenuhi kriteria untuk diberikan kenaikan pangkat anumerta setingkat lebih tinggi sebagai bentuk penghargaan negara.
Nurlaela guru dengan jabatan fungsional Guru Ahli Pertama yang bertugas di Sekolah Dasar (SD) Negeri Pulo Gebang 11, Jakarta Timur.
Diketahui, korban meninggal akibat kecelakaan beruntun yang melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur kembali bertambah.
Hingga pukul 11.00 WIB, Rabu, 29 April 2026, total korban jiwa tercatat menjadi 16 orang.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengonfirmasi satu lagi korban jiwa yang meninggal yang sebelumnya menjalani perawatan di RSUD Kota Bekasi. Korban meninggal ini seorang perempuan berinisial MC (25).
“Korban meninggal dunia bertambah satu orang, sehingga total menjadi 16 orang. Kami berharap tidak ada lagi penambahan korban,” ujar Budi dalam keterangan resminya, Rabu, 29 April 2026.***




