POJOKSATU.ID- Warga Sukabumi, terutama yang sering beraktivitas di Sungai Cikaso, pasti sudah tak asing dengan sosok buaya bernama Euis.

Sungai Cikaso memang menjadi habitat bagi buaya muara dengan ukuran cukup besar, dan Euis termasuk yang terbesar.

Meskipun semua buaya terlihat hampir sama, tapi warga sekitar mengenal Euis dari ukuran tubuhnya yang besar daripada buaya lainnya.

Euis sering menampakkan dirinya ke permukaan, sekadar berjemur atau berpose karena banyak masyarakat yang mengambil fotonya.

Baca Juga: Pimpinan Negara Sahabat Mulai Tiba di Indonesia Hadiri Pelantikan Prabowo Gibran

Namun, hati-hati karena Euis baru-baru ini bertingkah lebih sensitif dari biasanya.

Bukan karena sedang PMS, tapi para penghuni sungai Cikaso sedang memasuki musim bertelur.

Sebuah video yang dibagikan oleh pemancing di kawasan batu setu Cikelentung memperlihatkan bagaimana sensitifnya Euis.

Dalam video itu tampak Euis mengejar perahu yang ditumpangi para pemancing, padahal mereka tak mengganggu, hanya numpang lewat.

Kejadian ini terjadi pada hari Jumat, 11 Oktober 2024, sekitar pukul 4 sore, ketika Euis sedang bersantai di darat di antara semak belukar di tepi Sungai Cikaso.

Baca Juga: PT EWF Cirebon Rayakan HUT ke-4, Targetkan Peningkatan Karir dan Bisnis

Tiba-tiba saja Euis mengejar tanpa alasan, dan memperlihatkan raut wajah marah dan gigi tajamnya.

Untungnya, perahu yang ditumpangi para pemancing selamat, karena Euis mungkin memang ingin sendiri saat ini.

Padahal, Euis bukan hanya dikenal karena memiliki tubuh besar, sosok buaya itu juga termasuk punya sikap tenang dari buaya lainnya ketika ada perahu yang melintas di Sungai Cikaso.

Akan tetapi karena musim bertelur, sikap Euis berubah 180 derajat jadi lebih agresif.

Oleh karena itu, masyarakat yang beraktivitas di Sungai Cikaso diminta untuk berhati-hati, karena para penghuninya lebih agresif dari biasanya.

Baca Juga: Heboh! Pekerja Proyek Temukan Gua Cantik Saat Pengerukan Tanah di Yogyakarta

Sebelumnya, Euis pertama kali viral dan dikenal masyarakat luas ketika terlihat oleh para relawan yang akan mengantar bantuan banjir Sungai Cikaso.

Para relawan dikagetkan dengan buaya besar dengan panjang 4 meter sedang berada di daratan.

Namun, Euis tampaknya menampakkan diri hanya untuk sekadar menyapa orang baru yang melintasi wilayahnya.

Bagi warga sekitar, Euis dikenal dengan buaya yang jinak dan punya sikap yang tenang ketika ada manusia yang melintasi Sungai Cikaso.

Euis juga tak pernah mengganggu masyarakat atau menyerang hewan ternak milik warga sekitar.

Jadi, warga sekitar tak merasa terganggu dengan adanya Euis dan buaya lain yang menjadi penghuni Sungai Cikaso.

Baca Juga: Pernikahan Dihadiri Rekan-rekan Artis, Inilah Wajah Hadly Sabri Suami Baru Irish Bella

Sungai yang menjadi habitat buaya muara ini membelah Kecamatan Cibitung dan Tegalbuleud.

Keberadaan para buaya di sungai tersebut sudah diketahui masyarakat sejak tahun 1917.

Menurut pengakuan sesepuh di sana, pada tahun 1960, terlihat ada buaya dengan ukuran panjang mencapai 5 meter.

Karena adanya hutan yang masih asri di sepanjang aliran Sungai Cikaso, mungkin membuat para buaya betah tinggal di sana.

Dulunya, para penghuni Sungai Cikaso tak memiliki nama, tapi saat ini warga sekitar memberikan nama pada buaya yang memiliki ukuran berbeda dari lainnya, seperti Euis. ***