POJOKSATU.id, SURABAYA— Sosok terduga pelaku pembunuhan Sekdis Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Bangkalan, Ruly Yunis Setiawati, belum berhasil ditangkap polisi.

Hingga 13 hari pasca-kejadian di parkiran Bandara Juanda atau sejak Rabu (24/6), terduga pelaku yang bernama Erlan (54) masih bebas berkeliaran.

Sebuah video berdurasi 43 detik mendadak viral di media sosial memperlihatkan sosok Erlan bersama komplotannya di dalam mobil.

Dalam video itu ia dinarasikan sebagai anggota sindikat penipu ulung. Baju yang dipakai Erlan dalam rekaman itu identik dengan pakaian yang terekam kamera CCTV Bandara Juanda saat hari kejadian.

Baca Juga: BPSDMP Kemenhub Buka Pendaftaran E-Kandidat Sipencatar 2026, Calon Taruna Bisa Dapat Sertifikat Validasi

Kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya membenarkan bahwa Erlan memang bagian dari komplotan penipu dengan modus love scamming.

Pelaku biasanya membangun kedekatan dan kepercayaan dengan korban lewat telepon atau media sosial dalam waktu yang lama. Nahas, pertemuan tatap muka pertama mereka justru berujung pada maut.

Sifat licin Erlan juga dikonfirmasi oleh Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Arbaridi Jumhur.

Jumhur menyebut Erlan merupakan tukang tipu profesional yang sengaja mengincar wanita matang dan mapan secara finansial melalui pertemuan langsung atau kopi darat.

Baca Juga: Belum Tertangkap, Pelaku Pembunuhan Sekdis Ruly Yunis Setiawati Berpindah-pindah ke Luar Jatim

"Jadi, latar belakangnya ini memang orang ini tukang tipu-tipu," kata Jumhur, Selasa (7/7/2026).

Terduga pelaku Erlan diketahui pernah berdomisili di Jalan Semeru Selatan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang.

Ketua RT setempat, Hanafi, membenarkan bahwa Erlan adalah mantan warganya yang sempat tinggal 7 tahun setelah menikah dengan pegawai pemerintahan bernama Atik.

Namun, Erlan menghilang tanpa jejak setelah bercerai pada 2021 lalu dengan Atik.

Hanafi mengenang Erlan dan mantan istrinya sebagai sosok yang tertutup dan jarang bergaul dengan tetangga.

Aktivitas harian Erlan yang diketahui warga hanyalah kebiasaan berjalan kaki atau lari pagi.

"Kerjanya apa kurang paham, tapi kalau pagi sering biasanya jalan kaki atau lari. Kemudian kembali ke rumah," tutur Hanafi.***